Malang (beritajatim.com) – UB (Universitas Brawijaya) Malang melakukan kerjasama dengan sejumlah perguruan tinggi di Jepang. Melalui kerja sama ini, UB menginisiasi adanya pusat penelitian Artificial Intelligence (AI) dan robotika. Kerja sama dilakukan karena salah satunya dengan Nagoya City University (NCU).
“Selain itu, kerja sama itu juga mengembangkan program studi data science, material science dan kolaborasi di bidang akademik, riset maupun inovasi. Dengan ini, kami berharap bisa saling memberikan manfaat antar dua perguruan tinggi,” ujar Wakil Rektor IV Bidang Perencanaan, Kerja sama, dan Internasionalisasi UB, Andi Kurniawan, S.Pi.,M.Eng.,D.Sc.
UB menjalin kolaborasi dengan perguruan tinggi yang benar-benar menganggap sebagai mitra penting. Dengan itu, pihaknya berharap collaboration for growing together bisa terjadi. “Melalui bidang Artificial Intelligence, rencananya akan diimplikasikan pada riset dalam bidang ilmu hayati terutama terkait dengan medical plant atau tanaman herbal,” ujar Andi Kurniawan, Selasa (6/6/2023).
Ditambahkan oleh dosen Fakultas Ilmu Komputer (Filkom UB), Novanto Yudistira, Dr.Eng.,S.Kom.,M.Sc bahwa kedepannya implementasi AI akan dilakukan untuk big data pada tataran molekul tanaman herbal. UB melalui kecanggihan AI diproyeksikan dapat mengeksplorasi 7000 tanaman herbal yang bermanfaat untuk bidang kesehatan.
“Saat kunjungan ke NCU, Rektor UB, Prof. Widodo, S.Si., M.Si., Ph.D.Med.Sc., melakukan presentasi penelitian berjudul Bioinformatic and Holistic Paradigm of the Complexity of Indonesia Traditional Medicine for Promoting Human Health. Rektor UB berbicara tentang keanekaragaman hayati Indonesia untuk membuka peluang dalam pengembangan penelitian tentang obat tradisional,” ujar Yudis, sapannya.

Menurut Yudis, satu hal yang harus dicari solusinya adalah standarisasi keamanan produk tersebut. Sementara itu, ditambahkan bahwa bidang robotika, UB bekerjasama dengan Waseda University bekerja sama untuk pembuatan robot humanoid yaitu King of Brawijaya.
Kerja sama dengan Waseda University sudah berjalan sejak tahun 2019. UB memilih Waseda University karena termasuk perguruan tinggi terbaik di dunia peringkat 200 versi QS Star.
BACA JUGA:
Mahasiswa UB dan Komunitas Envigreen Temukan 200 Kg Sampah Plastik di Gang Kepuh Malang
“Disamping itu, profesor di Waseda University seperti Prof Shuji Hashimoto (salah satu tim pembuat robot gundam) dan Prof Pitoyo Hartono (diaspora Indonesia menjadi profesor di Jepang) banyak melakukan hubungan kerjasama dengan menjadi dosen tamu atau dosen pembimbing di Filkom UB,” ujarnya.
Di samping riset dan penelitian, output kerjasama yang diarahkan untuk melakukan publikasi di jurnal internasional bereputasi. Hal itu juga didorong untuk jurnal-jurnal di UB agar menjadi jurnal bereputasi.
BACA JUGA:
Rancang Prototipe Mobil, Tim Atom UB Malang Raih Juara 2 Ajang Internasional
“Harapannya kita bisa belajar dan melakukan inovasi dari penelitian dari profesor yang kita temui, khusus untuk Waseda University dan Chukyo University mereka adalah ahli-ahli utama yang terlibat langsung dalam projek pembuatan robot gundam,” sambung Yudistira.
Pihaknya mendorong kolaborasi yang dilakukan UB dapat berjalan dengan perguruan tinggi terkemuka di dunia terutama dengan perguruan tinggi peringkat 100 QS yang juga merupakan bagian dari IKU UB. Sebagai informasi, UB juga bekerja sama dengan Perguruan Tinggi lainnya di Jepang, seperti Nagoya University, Chukyo University, Keio University dan Waseda University. [dan/suf]






