Banyuwangi (beritajatim.com) – TWA Kawah Ijen resmi beroperasi kembali bagi wisatawan mulai 26 Februari 2026 setelah pengelola menuntaskan proses evaluasi terkait insiden pendaki yang sempat hilang. Pembukaan ini dilakukan pasca koordinasi intensif dengan berbagai pemangku kepentingan guna memastikan standar keselamatan bagi seluruh pengunjung.
Proses evaluasi tersebut merujuk pada fakta-fakta lapangan setelah pendaki remaja, Muhammad Dzikri Maulana (16), berhasil ditemukan dalam kondisi selamat. Hasil peninjauan mencakup lima poin utama yang menjadi dasar kebijakan operasional baru di kawasan wisata tersebut.
Evaluasi pertama menyatakan bahwa standar operasional prosedur (SOP) pendakian yang berlaku saat ini dianggap sudah memadai untuk menjamin keamanan pengunjung. Selain itu, sarana prasarana penunjang seperti papan informasi dan penunjuk arah di jalur pendakian juga dinilai telah mencukupi.
Meskipun cuaca di kawasan tersebut terkadang berkabut, faktor alam dinilai kecil kemungkinan menjadi penyebab utama wisatawan tersesat. Kejelasan serta lebar jalur pendakian di TWA Kawah Ijen juga dinyatakan cukup layak untuk dilalui pendaki.
Namun, evaluasi menemukan bahwa tingkat kepatuhan pendaki terhadap pentingnya menjaga kondisi fisik serta aspek kebersamaan tim masih rendah. Faktor internal pengunjung ini menjadi sorotan utama dalam laporan hasil evaluasi yang dilakukan pihak pengelola.
“Kesimpulannya, penyebab pendaki tersesat karena human error atau pelanggaran terhadap SOP pendakian dan rendahnya kebersamaan atau kekompakan tim,” kata Kepala Seksi V BKSDA Banyuwangi Dwi Sugiarto.
Dwi menjelaskan bahwa fokus perbaikan manajemen ke depan adalah memperketat pengawasan terhadap kelayakan jasmani dan rohani pengunjung sebelum melakukan pendakian. Langkah ini bertujuan memastikan setiap wisatawan mematuhi aturan baku serta tetap menjaga solidaritas selama berada di jalur.
“Pengunjung yang akan mendaki telah memiliki kelayakan untuk mendaki. Serta memastikan pengunjung mematuhi aturan dan SOP pendakian yg telah dibuat, serta tetap menjaga kebersamaan dan kekompakan tim,” jelasnya.
Pengelola mengimbau wisatawan untuk menggunakan jasa pemandu berizin yang memiliki pemahaman mendalam terhadap medan di Kawah Ijen. Kehadiran pemandu diharapkan mampu memantau pergerakan tamu secara efektif guna mengantisipasi risiko wisatawan tersesat.
Setiap pengunjung kini wajib mematuhi seluruh regulasi, termasuk kewajiban memiliki tiket resmi yang sudah mencakup perlindungan asuransi. Selain itu, pendaki harus mengantongi surat keterangan sehat untuk memastikan kondisi fisik benar-benar bugar sebelum memulai pendakian.
“Juga memastikan kondisi pengunjung benar-benar dalam keadaan fit dan sehat baik jasmani maupun rohani,” pungkasnya. [alr/beq]






