Surabaya (beritajatim.com) – Kelompok mahasiswa kuliah kerja nyata-belajar bersama komunitas (KKN-BBK) ke 67 Universitas Airlangga Surabaya melakukan penyuluhan mengenai pencegahan stunting kepada masyarakat di Desa Kabat, Kecamatan Kabat, Kabupaten Banyuwangi.
Kepada masyarakat desa, terutama ibu hamil dan memiliki balita, mahasiswa menyampaikan pentingnya pencegahan stunting sedini mungkin.
“Penyuluhan stunting dan gizi anak tersebut bertujuan dalam meningkatkan informasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai stunting dan gizi anak. Selain itu, masalah stunting menjadi fokus utama pemerintah pusat yang harus segera diselesaikan,” kata ketua KKN-BBK ke 67 Desa Kabat, Ehren Dean Mahanaim Damanik, Minggu (5/2/2023).
Ehren mengatakan bahwa salah satu penyebab utama anak mengalami stunting adalah kurangnya makanan sehat dan bergizi yang dibutuhkan tubuh, sehingga menyebabkan kekurangan nutrisi.
Selain itu, rendahnya asupan vitamin dan mineral yang dikonsumsi ibu juga bisa menjadi faktor lain yang menyebabkan anak kekurangan nutrisi.
[berita-terkait number=”3″ tag=”stunting-banyuwangi”]
Oleh karena itu, pihaknya juga berkolaborasi bersama kader posyandu bidan desa untuk memberikan bantuan dalam controlling dan checking kondisi balita.
“Stunting masih menjadi tantangan yang cukup berat untuk dihadapi. Tujuan KKN kali ini diprioritaskan untuk membantu dan mengedukasi masyarakat agar dapat menekan angka stunting,” katanya.
Ehren mengatakan analisa terus dilakukan oleh kelompoknya dengan melakukan pemetaan statistik serta penjaringan informasi. Hal ini untuk memaksimalkan penanganan stunting di Desa Kabat.
“Hasilnya, dari 4 dusun terdapat 5 angka stunting. Disini perlu adanya peningkatan partisipasi masyarakat untuk menekan angka stunting hingga zero di Desa Kabat,” katanya.
Sementara itu, Kepala Desa Kabat Mislani mengapresiasi kegiatan KKN mahasiswa Unair ini. Menurutnya, hal ini bisa membantu masyarakat akan tentang penanganan stunting.
“Kegiatan teman-teman KKN ini jadi salah satu langkah yang patut diteruskan oleh masyarakat Desa Kabat, sebagai upaya pencegahan stunting dan menuju Desa Kabat yang sehat,” kata Mislani.
Mislani berharap, penyuluhan yang diberikan oleh mahasiswa KKN BBK Unair ini bisa diteruskan dan disemarakkan oleh warga, khususnya ibu hamil dan yang memiliki balita.
“Sehingga, program ini bisa berlanjut dan berdampak terhadap upaya penurunan stunting di Desa Kabat,” pungkasnya.[asg/ted]






