Surabaya (beritajatim.com) – Turnamen Tenis Melon Cup kembali digelar di GOR Tenis Unesa, Surabaya pada 16-18 Agustus 2024 mendatang. Di edisi kali ini, turnamen diikuti 208 peserta dari berbagai daerah di Jawa Timur.
Ada 5 kategori yang dipertandingkan pada turnamen tahunan itu, antara lain kategori Baby Melon (pemula), Mini Melon (beginner), Cantaloupe (intermediate), GMO Melon (advantage), dan Melon Pan (ibu dan anak).
“Semua peserta dapat buah melon sebagai simbol bahwa mereka adalah pemenang. Karena, berani untuk ikut kompetisi itu sudah mengalahkan ketakutan,” kata Ketua Melon Cup Wulan Anggraeni, Senin (13/8/2024).
Wulan menjelaskan bahwa Melon Cup Batch 4 ini akan mengusung konsep glow in the dark atau bersinar dalam gelap. Di mana, saat pertandingan tenis nanti akan dibangun suasana yang remang-remang.
“Melon Cup ini tujuannya supaya mama-mama yang tidak pernah ikut kompetisi jadi berani untuk melangkah ikut kompetisi. Mereka mau mendaftar kompetisi itu sudah mengalahkan ketakutan diri sendiri,” terangnya.
Sementara itu, Dekan Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) Unesa Dr Dwi Cahyo Kartiko menyatakan dukungannya pada turnamen ini. Pihaknya men-support penuh melalui fasilitas di kampusnya.
“Kita akan support semua kegiatan di sini. Mulai dari technical meeting di gedung FIKK sampai pelaksanaan pertandingan di lapangan tenis FIKK nanti. Harapannya tiap tahun bisa digelar di sini,” ungkap Cahyo.
Sedangkan Gaby, juara Melon Cup Batch 3 yang kembali mengikuti turnamen ini mengaku telah mempersiapkan diri dengan matang. Ia telah rutin melakukan latihan dan menargetkan untuk kembali merebut juara.
“Memang ada sedikit khawatir. Takut karena tahun lalu masih ada di level yang belum advance (Cantaloupe). Tapi tahun ini dinaikkan levelnya (GMO Melon), jelas lawannya semakin berat,” ungkapnya.
Untuk meraih posisi sebagai juara bertahan itu, Gaby sebelumnya sudah rutin melakukan latihan hingga sparing dengan pemain tenis lain, untuk menyambut turnamen Melon Cup Batch 4 ini.
“Persiapannya mulai latihan-latihan, banyak sparing. Menurut saya ini turnamen yang ditunggu-tunggu di Surabaya, dengan antusias yang semakin tinggi. Targetnya masuk final,” tegasnya.
Beda halnya dengan Linda, salah satu peserta baru yang bermain di kelas Cantaloupe. Ia menyampaikan tertarikannya mengikuti Melon Cup Batch 4 ini karena ingin melatih mentalnya.
“Ingin melatih mental, ketemu komunitas baru biar menambah pengalaman dan ilmu. Seminggu latihan 2-3 kali, dan banyak sparing sama teman di kategori sama, supaya nanti kalau ketemu tidak kaget,” akunya. [ipl/suf]






