Reporter: Adi Atma
Pasuruan (beritajatim.com) – Viral di media sosial, foto seorang pria berjalan kaki dari Pasuruan menuju Mabes Polri di Jakarta. Pria paruh baya yang mengaku warga Bangil, Kabupaten Pasuruan tersebut ingin menemui Kapolri dan menuntut agar anaknya dibebaskan.
Dalam foto yang diunggah oleh akun Facebook Bang Campret di Grup Khusus Kota Pasuruan, terlihat bapak itu sudah berada di depan gapura Kabupaten Kudus. Pria tersebut membawa poster protes tentang adanya dugaan penjebakan Polsek Bangil saat menangkap anaknya.
“Kepada Bpk. Supardi anggota Polsek Bangil, Tony Juned dan Putro yang dengan sengaja menjebak Vita dengan menaruh sabu-sabu didalam helm dan ditangkap di depan Pasar Bangil. Kami hanya rakyat miskin yang tidak tahu harus mencari keadilan kemana lagi tolong,” tulis bapak tersebut dalam poster.
Bapak berbaju abu-abu itu juga mengaku sudah punya video bukti pengakuan beberapa petugas polisi yang diduga menaruh narkoba di helm anaknya.
Sementara itu, Kapolsek Bangil, Kompol Indro Susetyo menyayangkan tindakan protes di depan umum yang dilakukan oleh bapak tersebut. Menurutnya, apabila merasa keberatan, bapak tersebut bisa menempuh jalur hukum di pengadilan.
“Kalau memang ada yang dirugikan atau merasa ada rekayasa dalam penangkapan. Laporkan saja. Kan sudah ada aturan hukumnya,” jawab Indro saat dikonfirmasi Jumat (03/12/2021).
Dikabarkan sebelumnya Vita Diana Musayada (19) warga Jln Hasanudin Gang 7 Rt 02 Rw 07 Kelurahan Karanganyar Kecamatan Panggungrejo Kota Pasurun ditangkap oleh Polsek Bangil mengenai narkoba jenis sabu. Vita beserta suaminya ditangkap di hotel Pladeo karena menyimpan sabu di dalam helm miliknya. [ada/but]






