Gresik (beritajatim.com) – Ratusan tukang becak yang mencari nafkah di Kota Gresik sumringah menerima bantuan dari Petrokimia Gresik. Mereka tersenyum setelah mendapat uang Rp200 ribu, handuk, minuman serta makanan.
Sumaji (63) salah satu tukang becak asal Papar, Kabupaten Kediri yang mencari nafkah di Kota Gresik menuturkan, dia terpaksa banting tulang demi mendapatkan sesuap nasi. Hasil dari menarik becak dikirim ke keluarganya.
“Saya menarik becak sejak tahun 1980-an dan mangkal setiap hari di depan SMPN 3 Gresik mencari penumpang,” tuturnya, Rabu (12/7/2023).
Dengan wajah yang sudah mengerut, Sumaji menceritakan awal mula sampai ke Gresik. Dia diajak teman dari desanya merantau demi mencari pekerjaan.
Setelah tiba di Gresik, bapak dua anak ini tidak tahu apa yang dilakukan. Pasalnya, pendidikan hanya tamatan sekolah dasar (SD).
BACA JUGA:
Petrokimia Gresik Laba Bersih Rp 3,23 Triliun, Ada Tantangan ke Depan
Tak ingin terkatung-katung, Sumaji akhirnya memilih profesi sebagai tukang becak. Profesi itu sudah dijalaninya sejak 1980.
“Iya mau gimana lagi karena sudah merantau. Setiap hari dari hasil menarik becak paling banyak dapat Rp25 ribu. Kadang satu hari tidak dapat penumpang,” ujarnya.
Hal yang sama dialami oleh Mangle (70) asal Desa Sukomulyo, Kecamatan Manyar, Gresik. Bapak satu anak ini malah lebih lama mengayuh becak sejak 1970.
Akibat terlalu lama menarik becak, kedua kakinya tidak bisa digerakkan terlalu lama. Mangle kini hanya bekerja serabutan. Profesi tukang becak yang sudah dijalaninya lebih dari 50 tahun dijalani tidak setiap hari.
“Kedua kaki saya sudah sakit karena sudah terlalu lama mengayuh becak,” katanya sambil mengelus kaki kanannya.
BACA JUGA:
Masih Banyak Warga Gresik yang Terjaring E-TLE
Dua orang yang berprofesi sebagai abang becak itu mendapat perhatian dari Petrokimia Gresik. Keberadaan transportasi tradisional itu sangat membantu karyawan yang hendak masuk kerja.
“Transportasi becak di sekitar pabrik Petrokimia Gresik masih dibutuhkan. Baik itu mengantar karyawan maupun anak sekolah,” kata Dirut Petrokimia Gresik, Dwi Satryo Annurogo.
Ia menambahkan ada 565 Abang becak yang mendapat bantuan. Dirinya, berharap melalui bantuan ini Petrokimia Gresik terus beroperasi. Sehingga, kedepannya bisa membantu lagi warga di ring satu maupun abang becak melalui Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BUMN.
“Saya mohon doanya agar Petrokimia Gresik terus beroperasi, semakin jaya dan kegiatan ini merupakan rangkaian perusahaan kami yang ke 51 tahun,” imbuh Dwi Satryo. [dny/beq]






