Malang (beritajatim.com) – Perumda Air Minum Tugu Tirta, mengimbau masyarakat untuk mewaspadai pencurian meteran air yang beberapa waktu lalu dilaporkan hilang di kawasan Jalan Satsui Tubun, Kota Malang.
Plt Direktur Utama Tugu Tirta, Handi Priyanto mengungkapkan selama semester pertama 2024, mereka menerima 121 laporan mengenai pencurian meteran. Angka ini sudah melampaui tahun lalu dimana mereka menerima 112 laporan sepanjang tahun.
“Ini lebih tinggi dari laporan tahun lalu dalam waktu setahun. Sekarang, enam bulan sudah segitu (121 laporan),” kata Handi, Sabtu, (22/6/2024).
Handi menjelaskan, bahwa pada Januari sebanyak 50 laporan mereka terima. Februari sebanyak 13 laporan, Maret 18 laporan, April 4 laporan dan Mei sebanyak 18 laporan masuk. “80 persen pencurian meteran terjadi di perumahan yang rumahnya jarang dihuni. Dan ruko yang berada di tepi jalan. Jadi mohon dilakukan pengamanan,” ujar Handi.
Sebagai solusi, Perumda Air Minum Tugu Tirta bakal memasang alat meteran bagi pelanggan baru yang dibeli impor dari Cina. Apalagi, sampai saat ini belum ada laporan adanya pelaku yang tertangkap. “Jadi alat baru yang berasal dari Tiongkok ini tidak bisa dibuka dengan mudah. Dengan begitu kami harapkan aman. Sejauh ini, baru bisa kami lakukan kepada pelanggan baru,” ujar Handi. (luc/kun)






