Ringkasan Berita:
- Direksi PDP Kahyangan mendapat tugas menyehatkan perusahaan sekaligus menangani kemiskinan kawasan kebun.
- Gogot Cahyo Baskoro menilai manfaat perkebunan harus dirasakan buruh dan warga sekitar.
- Penyertaan modal Rp15 miliar diproyeksikan untuk peremajaan tanaman jangka panjang.
- PDP Kahyangan membuka peluang kerja sama dengan perbankan dan pihak ketiga.
Jember (beritajatim.com) – Tiga direksi Perusahaan Umum Daerah Perkebunan Kahyangan mendapat tugas tidak hanya menyehatkan perusahaan dan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), tetapi juga menangani persoalan kemiskinan di kawasan perkebunan Kabupaten Jember.
Direktur Utama PDP Kahyangan, Gogot Cahyo Baskoro, menegaskan manfaat perusahaan harus lebih dulu dirasakan para buruh dan karyawan yang menggantungkan hidup di sektor perkebunan.
“Prinsipnya adalah perkebunan ini harus membawa manfaat secara internal terlebih dahulu. Artinya karyawan-karyawan, buruh-buruh perkebunan yang bergantung nasibnya di sini harus mendapatkan manfaat,” kata Gogot, Jumat (15/5/2026).
Menurutnya, sistem pengupahan buruh dan karyawan PDP Kahyangan selama ini masih belum maksimal. Namun perbaikan kesejahteraan pekerja akan dilakukan seiring membaiknya kondisi perusahaan.
“Tapi seiring dengan membaiknya kesehatan perusahaan nanti, memang kita harus memikirkan itu,” katanya.
Selain pekerja internal, Gogot juga menyoroti pentingnya keberadaan perkebunan memberi dampak ekonomi bagi masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan kebun.
Ia mencontohkan pemanfaatan lahan perkebunan yang belum produktif untuk mendukung peternakan warga melalui penanaman rumput gajah sebagai pakan ternak.
“Kalau mereka memiliki kambing dan sapi, kenapa tidak lahan perkebunan yang masih banyak terbengkalai dimanfaatkan untuk tanaman rumput gajah dan seterusnya,” ujarnya.
Menurut Gogot, apabila masyarakat sekitar perkebunan ikut merasakan manfaat keberadaan PDP Kahyangan, maka potensi pencurian maupun kebocoran aset perusahaan dapat ditekan.
“Mereka insyaallah akan saling menjaga,” katanya.
Terkait kontribusi perusahaan terhadap PAD Kabupaten Jember, Gogot mengaku belum ingin memberikan target pasti sebelum mengetahui kondisi riil perusahaan secara menyeluruh.
“Kami akan kalkulasi terlebih dahulu, karena sebelum itu kita masih perlu mendetailkan kondisi objektif secara real perusahaan seperti apa,” katanya.
Pria yang juga menjabat Ketua Tim Pengarah Percepatan Pembangunan Daerah Kabupaten Jember itu mengaku sempat kesulitan memperoleh akses laporan keuangan perusahaan sebelum mengikuti seleksi direktur utama.
“Laporan tahunan tahun 2025 seperti apa, kami juga belum pegang. Tapi insyaallah kita meyakini, dengan tim yang solid, ke depan minimal ada penambahan jumlah PAD yang bisa kita setorkan ke kas daerah,” ujarnya.
Pada masa kepemimpinan Bupati Hendy Siswanto, Pemerintah Kabupaten Jember sebenarnya telah menyetujui penyertaan modal bertahap sekitar Rp15 miliar untuk PDP Kahyangan.
Namun Gogot menilai penyertaan modal tersebut sebaiknya dimanfaatkan untuk kebutuhan jangka panjang seperti peremajaan tanaman karet dan kopi yang hasilnya baru dapat dirasakan dalam beberapa tahun mendatang.
“Misalnya peremajaan karet, peremajaan tanaman kopi yang baru dirasakan manfaatnya di atas lima tahun,” katanya.
Selain mengandalkan suntikan modal dari APBD, PDP Kahyangan juga membuka peluang pendanaan dari pihak lain termasuk sektor perbankan untuk pengembangan usaha jangka pendek.
“Selama memang hasil kajiannya nanti feasible. Ini untuk pengembangan yang sifatnya jangka pendek, yang begitu diimplementasikan sekian bulan sudah terasa hasilnya,” kata Gogot.
Sementara untuk program jangka menengah, perusahaan juga membuka peluang kerja sama strategis dengan pihak ketiga guna mempercepat pengembangan usaha dan peningkatan produktivitas perkebunan. [wir/beq]






