Ngawi (beritajatim.com) – Truk muatan oli dengan nomor polisi S 9935 UN terjun ke sungai sedalam 8 meter di pinggir Jalan Raya Ngawi-Caruban atau Ngawi-Madiun, masuk Dusun Mbangon Desa/Kecamatan Karangjati, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur.
Insiden ini terjadi pada Minggu (4/12/2022) pukul 06.00 WIB. Diduga, pemicu insiden ini adalah sopir truk yang mengantuk.
Asisten sopir atau kenek, Muhibbudin mengaku rekannya, Ainul Hakim (25), warga Trowulan Mojokerto mengantuk saat mengemudi. Tanpa disadari, truk yang dia kemudikan dari Surabaya itu langsung oleng ke kiri.
Akibatnya, truk menabrak pembatas jembatan dan masuk ke sungai. Muatan truk berupa oli kemasan kaleng tumpah ke bibir sungai dan sopir mengalami luka ringan.
[berita-terkait number=”3″ tag=”ngawi”]
“Kami dari arah Surabaya menuju arah Solo. Kami mau kirim oli ke Bandung. Ngantuk, tahu-tahu langsung terjebur,” kata Muhibbudin.
Dari hasil pemeriksaan polisi, kecelakaan terjadi lantaran sang sopir dalam kondisi mengantuk. Usai melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi masih melakukan evakuasi menggunakan crane. Sementara, muatan oli sudah dipindahkan ke truk yang lain.
Sebelumnya, di lokasi yang sama sebuah truk pengangkut kendaraan roda dua muatan kosong terguling di sungai bawah Jembatan Karangjati, masuk Desa Karangjati, Kecamatan Karangjati, Ngawi, Jawa Timur, Kamis (29/9/2022) pukul 16.30 WIB.

Akibatnya, sang kernet mengalami luka di bagian perut akibat tertusuk sebatang besi hingga dirawat di RSUD dr Widodo Ngawi.
Nur Kholis, warga setempat sekaligus saksi mata mengungkapkan truk tersebut mengalami kecelakaan tunggal. Berawal saat truk nopol H 1353 RF yang dikendarai Munjaini pensiunan Polri warga Bangle, Wono Samodro, Boyolali berjalan dari arah Madiun menuju arah Ngawi.
Sesampainya di lokasi kejadian, truk itu oleng dan menabrak pembatas jembatan.
“Separo badan truk sudah keluar dari jembatan dan hampir jatuh. Namun, sama sopir dibanting kanan tapi akhirnya truknya jatuh ke sungai dan terguling. Sopir tidak terluka, tapi kernetnya tertusuk besi,” kata Nur Kholis kala itu. [fiq/beq]






