Banyuwangi (beritajatim.com) – Dinas Kesehatan Banyuwangi mengimbau masyarakat waspada terhadap penyakit demam berdarah dengue (DBD). Imbauan disampaikan menginat saat ini tren kasus DBD mulai mengalami peningkatan seiring masa peralihan musim yang terjadi.
Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi, Amir Hidayat, mengatakan tren kasus DBD mulai menunjukkan peningkatan sejak Maret 2026. Pada Januari tercatat dua kasus positif, februari dua kasus, sedangkan pada Maret meningkat menjadi enam kasus.
Pihaknya mengaku, saat ini Dinkes Banyuwangi juga meminta puskesmas dan jajaran surveilans di wilayah terus memantau perkembangan kasus, sekaligus mengedukasi masyarakat agar menjaga kebersihan lingkungan demi mencegah lonjakan DBD.
“Mulai Maret kemarin ada peningkatan kasus. Di bulan Januari dan Februari masing masing hanya dua kasus positif, lalu di bulan Maret meningkat menjadi enam kasus,” kata Amir.
Amir menjelaskan, peningkatan kasus tentunya dipengaruhi pola cuaca musim pancaroba. Saat hujan deras pada Januari dan Februari, tempat penampungan air cenderung meluap sehingga tidak menjadi lokasi berkembang biak nyamuk.
Namun kondisi berbeda terjadi saat hujan turun di tengah cuaca panas. Kondisi hujan yang disertai cuaca panas dinilai menjadi waktu ideal bagi nyamuk Aedes aegypti berkembang biak.
“Kalau hujan disertai panas, tempat penampungan air akan terisi, lalu airnya tidak tumpah lagi. Kondisi itu menjadi breeding place yang sangat baik untuk nyamuk,” jelasnya.
Meski mulai terjadi peningkatan,
Diakui hingga saat ini belum ada kasus DBD yang menyebabkan kematian. Meski begitu, masyarakat tetap diminta tidak lengah dan rutin melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN), terutama dengan menguras dan menutup tempat penampungan air.
“Alhamdulillah sampai sekarang belum ada yang meninggal. Tapi kewaspadaan harus tetap ditingkatkan,” tegasnya. [alr/aje]






