Bondowoso, (beritajatim.com) – Olimpiade Sains Nasional Tingkat Provinsi (OSNP) jenjang SMP Tahun 2026 di Kabupaten Bondowoso resmi dimulai. Sebanyak 53 pelajar terbaik dari SMP dan MTs mengikuti seleksi melalui sistem Computer Based Test (CBT) yang dipusatkan di SMP Negeri 1 Bondowoso dan MTs Negeri 2 Bondowoso.
Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Bondowoso, Taufan Restuanto, turun langsung melakukan monitoring pelaksanaan OSNP untuk memastikan seluruh rangkaian seleksi berjalan lancar, tertib, dan sesuai dengan ketentuan panitia pusat.
Pada hari pertama pelaksanaan, peserta mengikuti tiga bidang lomba, yakni Matematika sebanyak 18 peserta, Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) 15 peserta, serta Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) sebanyak 20 peserta. Total peserta mencapai 53 orang, terdiri atas 47 siswa SMP dan 6 siswa MTs.
Taufan menjelaskan, seluruh peserta mengerjakan soal menggunakan sistem CBT dengan pengawasan berlapis melalui live streaming yang terhubung langsung ke panitia pusat. Setiap ruang ujian dilengkapi kamera sehingga seluruh proses seleksi dapat dipantau secara real time.
“Pelaksanaan OSNP dipusatkan di SMP Negeri 1 Bondowoso dan MTs Negeri 2 Bondowoso. Semua ruang ujian dipantau melalui live streaming yang terkoneksi langsung dengan panitia pusat. Pengawasan dilakukan secara real time sehingga pelaksanaan benar-benar steril, transparan, dan peserta tidak memiliki kesempatan untuk menyontek,” kata Taufan, Jumat (24/7/2026).
Menurutnya, penerapan sistem pengawasan digital merupakan bagian dari upaya menjaga integritas pelaksanaan OSNP sekaligus menjamin seluruh peserta memperoleh kesempatan yang sama untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya.
Ia berharap seluruh peserta mampu mengikuti kompetisi dengan semangat, menjunjung tinggi kejujuran, serta menampilkan performa terbaik agar dapat mengharumkan nama Bondowoso di tingkat yang lebih tinggi.
“Saya berharap seluruh peserta dapat mengikuti OSNP dengan penuh semangat, menjunjung tinggi kejujuran, dan memberikan kemampuan terbaik yang dimiliki. Kami optimistis siswa-siswi Bondowoso mampu bersaing dengan daerah lain. Semoga ada yang berhasil melaju hingga tingkat nasional dan membawa pulang prestasi yang membanggakan bagi Kabupaten Bondowoso,” ujarnya.
Taufan menambahkan, Disdik Bondowoso akan terus memperkuat pembinaan talenta melalui kolaborasi dengan sekolah dan guru. Langkah tersebut diharapkan mampu melahirkan lebih banyak siswa berprestasi yang dapat mengharumkan nama Bondowoso, baik di tingkat provinsi maupun nasional. (awi/aje)






