Surabaya (beritajatim.com) – Pameran otomotif Indonesia International Motor Show (IIMS) Surabaya 2025 akan digelar di Grand City Convex pada 28 Mei hingga 1 Juni mendatang. Di balik kemegahan acara, terselip tantangan besar yang tengah dihadapi industri otomotif, termasuk dalam hal adaptasi kendaraan listrik dan tekanan daya beli masyarakat.
Project Manager IIMS 2025, Rudi MF, menyebutkan bahwa meski ekosistem otomotif berkembang, saat ini pasar masih menghadapi ketidakpastian.
“Dinamika hubungan dagang internasional, khususnya antara Amerika Serikat dan Cina, memberi pelajaran penting bagi kita untuk memperkuat fondasi industri nasional,” kata Rudi saat konferensi pers di Surabaya, Rabu (21/5/2025).
Rudi juga menyebut meningkatnya transaksi kendaraan listrik (EV) di IIMS Jakarta 2025 yang mencapai 40 persen dari total penjualan, naik dari 30 persen pada 2024. Menurutnya, Surabaya diprediksi akan mencatat tren serupa, apalagi pemerintah memberikan insentif tidak hanya untuk EV, tapi juga kendaraan hybrid.
“Di Surabaya, kita juga akan melihat lonjakan yang sama, terutama dari segmen hybrid,” ujarnya.
Namun target tinggi IIMS 2025, yakni transaksi Rp 260 miliar dan kunjungan 30 ribu orang, memunculkan pertanyaan apakah penyelenggaraan event ini mampu mendongkrak gairah pasar secara nyata di tengah tekanan ekonomi. General Manager Dyandra Promosindo, Tofani Lazuardi, tetap optimistis.
“Target ini tidak berlebihan. Kenaikannya sekitar 10 persen sesuai tren sebelumnya,” tegasnya.
Sementara itu, mitra resmi seperti PT Bank Danamon dan Adira Finance juga menyadari tantangan pasar saat ini. Meski begitu, mereka tetap menawarkan berbagai skema pembiayaan dan promo untuk mendorong daya beli masyarakat.
“Kami ingin memberikan support penuh kepada masyarakat Jawa Timur yang ingin memiliki kendaraan impian melalui layanan pembiayaan yang mudah dan promo menarik saat gelaran IIMS berlangsung,” kata Dian Ari Prabowo, Area Manager Danamon untuk Jawa Timur.
Dengan ekosistem yang mencakup edukasi kendaraan listrik dari PLN, program trade-in Momobil dan Momotor, hingga insentif berupa cashback dan undian umrah, IIMS Surabaya 2025 berupaya menjadi lebih dari sekadar pameran—melainkan momentum untuk menjawab tantangan pemulihan industri otomotif.
”Saya berharap gelaran IIMS Surabaya 2025 ini bisa kita sambut dengan meriah, dan semoga bersama-sama kita bisa turut menyukseskan pemulihan industri otomotif dan ekonomi daerah,” tutur Dian. [asg/ian]






