Mojokerto (beritajatim.com) – Tim Reaksi Cepat (TRC) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Mojokerto membersihkan Sungai Gembongan di Kecamatan Gedeg dari tumpukan sampah. Aliran sungai ini penuh dengan sampah rumah tangga dan tanaman kangkung liar.
Banyaknya sampah mengakibatkan tersumbatnya aliran sungai. Sehingga saat musim hujan tiba, air masuk ke pemukiman warga juga.
Tak hanya itu, air sungai juga menggenangi sawah milik petani. Akibatnya, para petani mengalami gagal panen karena tanaman membusuk.
Pembersihan dilakukan sebagai upaya mencegah terjadinya banjir sesuai permintaan Kepala Desa (Kades) Gembongan. Dibantu TNI/Polri dan warga, petugas mengerahkan satu excavator, dua dam truk untuk mengangkut sampah yang ada di sungai tersebut.
“Jadi kami, DLH mendapatkan surat dari pihak Pemerintah Desa Gembongan untuk membantu penanganan sampah yang menyumbat aliran sungai mereka sehingga kami melakukan pembersihan sampah kemarin,” ungkap Staf Pengelolan Sampah, DLH Kabupaten Mojokerto, Purwanto, Sabtu (31/12/2022).
[berita-terkait number=”3″ tag=”Mojokerto”]
Banjir yang sering terjadi di wilayah Kabupaten Mojokerto selama ini salah satu penyebabnya karena aliran sungai tersumbat sampah. Selain membersihkan sampah, petugas juga melakukan pengerukan di sejumlah titik aliran sungai yang mengalami sedimentasi.
“Kami berkoordinasi dengan pihak desa dan warga melakukan pembersihan. Banyaknya sampah di aliran sungai tersebut karena rendahnya kesadaran masyarakat. Oleh karena itu, kami menggugah kesadaran masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan apalagi membuang ke sungai,” ujarnya.
Pihaknya menghimbau kepada warga masyarakat agar selalu menjaga kebersihan lingkungan terutama tidak buang sampah sembarangan apalagi disungai. Sebab, hal tersebut bisa menimbulkan tersumbatnya aliran sungai dan menyebabkan banjir. [tin/beq]







