Gresik (beritajatim.com)- Pelayanan elektronik katalog (e-Katalog) pada layanan barang dan jasa perlu ditingkatkan lagi. Pasalnya, dua bulan terakhir transaksinya sudah tembus di angka Rp 500 juta.
Saat ini pelaku usaha lokal bisa memenuhi kebutuhan pengadaan barang dan jasa pemerintah. Dalam APBD tahun 2022 di rencana umum anggaran diwajibkan untuk mencadangkan anggaran pengadaan untuk UMKM. Anggaran tersebut diharapkan bisa diserap UMKM dari seluruh belanja daerah sebesar Rp 468 miliar.
Saat ini sudah ada 16 etalase jenis barang di e-Katalog lokal Gresik yang bisa jadi penyedia barang bagi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) atau Dinas di Kabupaten Gresik. Saat ini e katalog ini mencakup pengadaan barang dan konstruksi yang bisa distrandarkan.
[berita-terkait number=”5″ tag=”pemkab-gresik”]
Kepala Badan Layanan Pengadaan (BLP) Pemkab Gresik Tri Joko Efendi menuturkan, saat ini sudah ada 850 produk yang masuk e-katalog. Jumlah itu dari sekitar 70 penyedia yang mendaftar ke BLP. Untuk itu, pengusaha lokal ikut berpartisipasi dalam pengadaan pemerintah.
“Sampai akhir tahun 2022 kami menargetkan bisa mencapai Rp 20 miliar. Target itu, optimis tercapai karena pekerjaan yang sudah berjalan awal tahun lalu,” tuturnya, Senin (22/08/2022).
Saat ini lanjut dia, pihaknya masih melakukan sosialisasi ke seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) di Pemkab Gresik. Dari sosialisasi ini bisa diketahui jumlah belanja yang kemungkinan bisa diarahkan menggunakan e-katalog. “Akhir bulan September 2022 kemungkinan sudah selesai semua,” pungkas Tri Joko. [dny/kun]






