Gresik (beritajatim.com)- Puluhan personel dari Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarla), Dinas Perhubungan (Dishub) serta Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Gresik melakukan bersih-bersih di trotoar Kawasan Bandar Grisse.
Kerja bakti membersihkan trotoar di kawasan tersebut dilakukan karena kondisinya sedikit kotor. Sehingga menganggu kenyamanan para pejalan kaki.
Kepala Damkarla Kabupaten Gresik, AH. Sinaga mengatakan, bersih-bersih di Kawasan Bandar Grisse itu untuk mempercantik kawasan wisata heritage agar masyarakat pengguna trotoar merasa nyaman. “Trotoar yang dibersihkan tidak hanya di kawasan heritage. Tapi juga di trotoar jalan utama,” katanya, Sabtu (4/3/2023).
BACA JUGA:
Menparekraf Sandiaga Uno: Wisata Heritage Buka Peluang Kerja Dua Kali Lipat
Ia menambahkan, kegiatan seperti ini nantinya akan diusulkan seminggu sekali supaya kawasan wisata heritage semakin bersih. Sehingga, bisa menjadi daya tarik wisatawan. Tidak hanya dari Gresik tapi juga dari luar kota. “Kalau bersih kan masyarakat nyaman bisa menikmati suasana Kawasan Bandar Grisse. Apalagi setiap akhir pekan banyak masyarakat datang beserta keluarga,” imbuhnya.
Sementara Adi Wirawan salah satu warga asal Kecamatan Kebomas Gresik menuturkan, setiap akhir pekan dirinya bersama istri serta anaknya menikmati suasana di Bandar Grisse. “Pas dibuat kongkow-kongkow apalagi tidak mengeluarkan biaya banyak. Cocok juga untuk foto selfie. Karena spot-spotnya bagus,” tuturnya.
BACA JUGA:
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi Nikmati Nuansa Bandar Grisse
Seperti diberitakan, Kawasan Wisata Heritage Bandar Grisse menempati lahan 60 hektar yang berada di tujuh ruas jalan kota. Ikon baru wisata baru tersebut, menelan anggaran Rp 47 miliar yang diambil dari APBD.
Ada tujuh ruas jalan yang masuk kawasan heritage itu diantaranya Jalan Malik Ibrahim, Jalan KH Agus Salim, Jalan KH Zubair, Jalan Basuki Rahmat, Jalan AKS Tubun, dan Jalan Setia Budi. Di ruas jalan tersebut, juga terdapat 4 kampung yang direvitalisasi secara tematik. Yakni Kampung Pecinan, Kampung Kolonial Kelurahan Bedilan, dan Kampung Pribumi atau Peranakan Kelurahan Pekelingan. [dny/suf]






