Surabaya (beritajatim.com) – Harga beras yang tinggi serta rendahnya pendapatan petani dikhawatirkan akan memperparah inflasi.
Erwin Gunawan Hutapea, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur meminta daerah-daerah surplus pangan untuk mensuplai wilayah yang kekurangan suplai bahan pokok sehingga harga bisa dikendalikan. “Ada 3 komoditas yang terus menjadi fokus kami yakni beras, cabe dan bawang. Akan terus kami pantau,” ungkap Erwin Hutapea.
Hal yang sama juga diamini oleh Pj Gubenur Jatim, Adhy Karyono yang memastikan inflasi di Jawa Timur masih terkendali hanya saja warga Jawa Timur tidak panic buying jelang ramadan. “Kami sudah berkordinasi dengan Bulog aman sampai 6 bulan dan kami terus mengoptimalkan Warung TPID yang tersebar dihampir seluruh kota dan kabupaten di Jatim,” papar Adhy.
Adhy juga memastikan pada bulan Maret ini petani beras sudah panen raya sehingga harga bisa atabil dan inflasi bisa ditahan. Sementara untuk harga cabai yang masih fluaktiatif lebih disebabkan karena curah hujan yang tinggi sehingga banyak panen yang busuk. “Kami tim TPID memastikan inflasi di Jatim bahkan pulau Jawa masih terkendali diangka plus minus 2,5 persen,” tandasnya.[rea/kun]






