Ringkasan Berita:
- BPS mencatat Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) Lumajang turun 1,22 persen.
- Jumlah angkatan kerja berkurang sekitar 6.747 orang dibanding tahun sebelumnya.
- Disnaker menyebut banyak warga usia produktif lebih memilih bekerja ke luar negeri.
- Rendahnya minat mengikuti job fair dan walking interview turut menjadi indikator menurunnya partisipasi kerja.
Lumajang (beritajatim.com) – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) di Kabupaten Lumajang mengalami penurunan sebesar 1,22 persen. Pada 2024, TPAK Lumajang tercatat sebesar 70,86 persen, namun pada akhir 2025 turun menjadi 69,64 persen.
Penurunan tersebut setara dengan berkurangnya sekitar 6.747 orang angkatan kerja di Kabupaten Lumajang.
Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Lumajang, Subechan, mengatakan salah satu faktor yang diduga memengaruhi penurunan TPAK adalah rendahnya minat masyarakat untuk mencari pekerjaan di dalam daerah.
Menurutnya, sebagian besar masyarakat usia produktif kini lebih tertarik bekerja di luar kota bahkan ke luar negeri karena dianggap menawarkan peluang ekonomi yang lebih menjanjikan.
“Jadi, sekarang ini lebih banyak masyarakat itu kepengin ke luar negeri. Saya melihat, hampir setiap hari ada tiga sampai lima orang yang berangkat ke luar negeri dan rata-rata itu usia muda,” kata Subechan di Lumajang, Selasa (23/6/2026).
Ia menjelaskan, fenomena tersebut turut tercermin dari rendahnya antusiasme masyarakat terhadap berbagai program penempatan tenaga kerja yang diselenggarakan pemerintah daerah.
Salah satunya terlihat pada pelaksanaan job fair 2025. Meski pemerintah telah menyediakan 1.676 lowongan pekerjaan dari berbagai perusahaan, jumlah peserta yang mengikuti kegiatan tersebut hanya mencapai 880 orang.
Selain itu, program walking interview yang dirancang untuk mempertemukan perusahaan dengan pencari kerja secara langsung juga belum mendapat respons yang optimal dari masyarakat.
“Terhitung sejak Februari 2026 itu awal diadakan walking interview, sampai bulan Mei itu hanya 30 orang yang mendaftar sebagai peserta,” beber Subechan.
Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan bahwa minat masyarakat untuk memanfaatkan peluang kerja yang tersedia di dalam daerah masih relatif rendah.
Untuk mengatasi penurunan TPAK, Disnaker Lumajang berencana melakukan pemetaan kebutuhan keterampilan tenaga kerja yang dibutuhkan dunia usaha dan industri. Langkah tersebut diharapkan mampu mempertemukan kebutuhan perusahaan dengan kompetensi tenaga kerja lokal.
Subechan menilai salah satu kendala yang dihadapi pencari kerja saat ini adalah tingginya spesifikasi keterampilan yang dipersyaratkan oleh sejumlah perusahaan.
“Spesifikasi skill yang dibutuhkan perusahaan kalau terlalu tinggi ini juga sangat berpengaruh ke partisipasi kerja tentunya,” ungkap Subechan.
Karena itu, pemerintah daerah akan berupaya meningkatkan kesesuaian antara kompetensi tenaga kerja dengan kebutuhan pasar kerja melalui berbagai program pelatihan dan pemetaan keterampilan.
Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan daya saing tenaga kerja lokal sekaligus mendorong lebih banyak masyarakat usia produktif untuk berpartisipasi dalam pasar kerja di Kabupaten Lumajang. [has/beq]

as a preferred source on Google




