Banyuwangi (beritajatim.com) – Proses pengangkatan bangkai KMP Tunu Pratama Jaya yang tenggelam di Selat Bali pada Juli 2025 lalu mulai terlihat pergerakan. Berdasarkan pantauan pada Rabu (28/1/2026), tongkang bercakar Pioner 88 telah berada di Selat Bali.
Dalam beberapa waktu terakhir terlihat kapal barge crane atau tongkang bercakar yang akan mengangkat bangkai kapal tersebut telah berada di perairan Selat Bali.
Kasatpolairud Polrestabes Banyuwangi, Kompol Muchammad Wahyudi, mengungkapkan bahwa kapal barge crane saat ini sudah siaga di titik lokasi. Selain itu, pihaknya juga telah memberikan batas di sekitar lokasi agar kapal lain tidak melintas di area yang sudah ditentukan.
“Belum ada proses. Baru ke titik lokasi saja, belum ada pengangkatan sama sekali. Kami juga hanya sekadar melakukan patroli di titik-titik yang ditentukan untuk pengamanan,” kata Wahyudi.
Diketahui, tongkang bercakar yang telah berada di lokasi pengangkatan telah memberikan batas sekitar 400 meter. Radius tersebut digunakan untuk memastikan jarak aman agar tidak ada kapal lain beraktivitas di area tersebut.
Pihaknya mengaku, kegiatan pengangkatan kapal tersebut berada di bawah kewenangan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Banyuwangi. Pihak kepolisian hanya mendukung sesuai tugas masing-masing.
“Semua proses pengangkatan, termasuk kapalnya, asuransi, dan pekerja, itu berada di bawah koordinasi KSOP,” jelas Wahyudi.
Berdasarkan informasi yang didapat, kemungkinan operasi pengangkatan KMP Tunu Pratama Jaya akan berlangsung selama sekitar satu bulan.
Bangkai kapal rencananya akan diangkat dengan cara dibelah menjadi beberapa bagian. Bagian-bagian kapal kemudian diangkat menggunakan mesin bercakar yang ada di Pioner 88. [kun]






