Surabaya (beritajatim.com) – Nama Tom Lembong menjadi pusat perhatian warganet setelah namanya disebut-sebut dalam debat cawapres kemarin malam oleh Gibran Rakabuming Raka cawapres nomor urut 2. Sosok Tom Lembong menjadi trending di berbagai media sosial, khususnya di media sosial, X.
Ia dikenal sebagai pendukung pasangan capres-cawapres nomor urut 01, Anies Baswedan-Cak Imin (AMIN). Ia bukan hanya sekadar pendukung, melainkan juga Wakil Ketua Tim Nasional (Timnas) AMIN. Bagi yang belum mengenalnya, berikut adalah profil singkat Tom Lembong.
Profil Tom Lembong
Tom Lembong adalah seorang politikus dan pengusaha Indonesia yang memiliki peran penting dalam pemerintahan dan dunia bisnis. Ia menjabat sebagai Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dari 2016 hingga 2019, sebelumnya mengepalai Kementerian Perdagangan Indonesia dari 2015 hingga 2016. Tom Lembong lahir pada 4 Maret 1971 di Jakarta, Indonesia.
Pendidikan Tom Lembong dimulai di Jerman hingga usianya mencapai 10 tahun, setelah itu ia melanjutkan pendidikan di Sekolah Regina Pacis, Jakarta, dan melanjutkan kuliah di Universitas Harvard, Amerika Serikat, dengan jurusan arsitektur dan perancangan kota.
Karier Tom Lembong dimulai pada tahun 1995 ketika ia bergabung dengan Divisi Ekuitas Morgan Stanley di Singapura. Selanjutnya, ia menekuni dunia perbankan investasi di Deutsche Securities Indonesia dari 1999 hingga 2000. Pada tahun 2000-2002, Tom Lembong dipercaya sebagai kepala divisi dan wakil presiden senior di Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN).
Setelah berbagai pengalaman di sektor keuangan, Tom Lembong menjadi salah satu pendiri dan direktur utama perusahaan ekuitas swasta di Singapura, Quvat Management, pada tahun 2006. Selanjutnya, ia menjabat sebagai presiden komisaris PT Graha Layar Prima Tbk (BlitzMegaplex) dari 2012 hingga 2014.
Pada tahun 2015, Tom Lembong ditunjuk oleh Presiden Jokowi sebagai Menteri Perdagangan menggantikan Rahmat Gobel. Namun, pada Juli 2016, posisi Mendag direshuffle, dan Tom Lembong pindah ke kursi Kepala BKPM hingga Oktober 2019. Pasca keluar dari pemerintahan, Tom Lembong disambut oleh Gubernur Jakarta Anies Baswedan.
Tom Lembong terus aktif dalam dunia bisnis. Pada Agustus 2021, ia diangkat sebagai Komisaris Utama PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, salah satu BUMD Pemprov DKI Jakarta. Meskipun Tom Lembong tidak lagi menjadi Komut sejak Februari 2023, perannya dalam Timnas AMIN sebagai co-kapten menunjukkan keterlibatannya dalam ranah politik.
Keputusannya mendukung Anies Baswedan-Cak Imin dalam kontestasi politik dan menjadi bagian dari Timnas AMIN menambah dimensi baru pada perjalanan karier Tom Lembong. [fyi/aje]






