Bojonegoro (beritajatim.com) – Sejumlah toko emas di sekitar Pasar Kota Bojonegoro terlihat ramai diserbu warga. Mereka tampak bertransaksi perhiasan emas jelang Lebaran.
Sebagian warga yang datang ke toko perhiasan itu menukar tambah perhiasan lama dengan yang baru. Ada juga yang beli perhiasan emas baru untuk merayakan Idulfitri 1445 H/2024 M.
Salah satu pengunjung di toko emas Saerah, Eka Wulandari, warga Kabupaten Bojonegoro mengatakan, dia mendatangi toko perhiasan untuk membeli kalung baru dan menukar tambah perhiasan gelang.
“Tunjangan Hari Raya (THR) baru turun, jadi baru bisa beli dan tukar perhiasan yang lama dengan yang baru,” ujarnya, Kamis (4/4/2024).
Sementara itu, salah satu pedagang emas di Bojonegoro, Heri Tedjo Purnomo mengatakan, ramainya pengunjung yang mencari perhiasan sudah berlangsung sejak sepekan terakhir, atau 10 hari menjelang lebaran.
“Tidak hanya beli perhiasan, warga yang menukar tambah emas dengan perhiasan yang baru juga meningkat,” jelasnya.
Heri menambahkan, jika ramainya pengunjung di tokonya baik yang menukar maupun yang beli perhiasan membuat omset melonjak hingga lebih dari 50 persen. Hal itu disebabkan banyaknya warga yang ingin memakai perhiasan saat merayakan lebaran bersama keluarga.
“Puji Tuhan. Sudah mulai ramai. Ramainya penjualan emas ini diperkirakan berlangsung hingga sehari menjelang Lebaran,” pungkasnya.
Sekadar diketahui, untuk jenis perhiasan yang paling banyak diminati masyarakat menjelang Hari Raya Idul Fitri adalah gelang dan cincin, karena banyak model terbaru dari pabrikan. Sementara itu harga emas dengan kadar 8 dan 9 karat, atau 40 persen seharga Rp450 sampai Rp550 ribu per gramnya. [lus/beq]






