Banyuwangi (beritajatim.com) – Polresta Banyuwangi dan anggota Kodim 0825 Banyuwangi membagikan sejumlah paket sembako kepada warga saat masa PPKM (Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) Darurat. Ada ratusan warga menjadi sasarannya.
Kolaborasi antara dua institusi ini mendapat sambutan hangat dari warga. Mereka menyampaikan terima kasih karena bisa membantu sesama di masa sulit ini.
Kapolresta Banyuwangi AKBP Nasrun Pasaribu menyebut, sasaran pembagian sembako ini yaitu warga miskin dan kurang mampu. Saat PPKM Darurat berlangsung, mereka turut terdampak.
“Ada 25 sampai 50 paket sembako yang hari ini kita bagikan. Ini bukan yang pertama, tapi sebelumnya juga telah kita laksanakan, termasuk ke depan juga masih ada, ” katanya, Sabtu (17/7/2021).
Selain itu, kata Nasrun, pelaksanaan secara serentak di masing-masing satuan Polsek. Tujuannya untuk meringankan beban warga yang saat ini merasakan PPKM darurat, sebagai upaya pemerintah menekan angka penularan Covid-19.
“Ya, tidak hanya warga miskin, tapi semua yang terdampak PPKM darurat, ini menyeluruh juga dilakukan oleh jajaran Polsek maupun TNI di daerah,” pungkasnya.
[berita-terkait number=”5″ tag=”bansos”]
Namun ada yang menarik dalam kegiatan pembagian sembako ini. Salah seorang warga di Lingkungan Gareng, Kelurahan Sobo. Saat Kapolresta, Babinsa dan Babinkamtibmas mendatangi salah satu rumah dan memberikan sembako, justru yang bersangkutan meminta uang.
Sontak kejadian ini menjadi perhatian, sekaligus momen yang menyulut gelak tawa. “Nyuwun peces nawi onok (minta uang saja kalau ada). Sekalian ambi rokok,” ucap wanita tua tersebut.
Kejadian ini, langsung ditanggapi oleh petugas yang saat itu di lokasi. Warga tersebut mendapat uang dan rokok sekaligus. [rin/suf]






