Surabaya (beritajatim.com) – Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) Gelombang kedua bagi siswa SMA/SMK sederajat di Jawa Timur (Jatim) diklaim berjalan sukses dan minim insiden.
Staf Ahli Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI, Biyanto bahkan menyebut dugaan kebocoran soal nyaris tidak ada.
Hal ini disampaikan Biyanto saat meninjau langsung TKA di SMA Negeri 5 Surabaya, Rabu (5/11/2025). Dia memuji dukungan penuh Pemerintah Provinsi Jatim, khususnya Gubernur Khofifah Indar Parawansa.
“Kami sangat bersyukur karena dukungan luar biasa dari Pemerintah Provinsi, terutama Gubernur Jawa Timur, mulai dari awal persiapan hingga pelaksanaan. Ini satu-satunya Gubernur yang sangat support terhadap program kementerian,” kata Biyanto.
Meski sukses, Biyanto tak menampik adanya satu atau dua insiden minor. Namun, semua bersifat teknis dan sudah diantisipasi.
“Sejauh ini pelaksanaan TKA sukses. Kalau ada insiden 1-2 mungkin biasa karena kita sudah libur 5 tahun, tidak ada ujian berskala nasional,” lanjutnya.
Salah satu insiden yang sempat dilaporkan adalah pemadaman listrik. Biyanto menyebut insiden ini terjadi meski pihaknya sudah berkomitmen dengan PLN.
“(Laporan) yang masuk ke kami kemarin misalnya ada listrik padam. Jauh hari kita sudah lakukan perjanjian dengan PLN supaya tidak ada istilah ‘penyalaaan bergilir’, sehingga semua lancar,” jelasnya.
Terkait kekhawatiran kebocoran soal, Biyanto memastikan sistem TKA saat ini sangat aman.
“Kalau bocor soal rasanya tidak seperti yang lalu ya. Kalau yang lalu kan ada pengawasan super ketat itu kemudian membuat orang ingin tahu dan kemudian bocor. Kalau ini kan by system dan kalau ke kami sih rasanya kebocoran itu nyaris tidak ada,” klaim Biyanto.
Ia berjanji, jika ada laporan kebocoran, Kemendikdasmen akan segera memvalidasi untuk antisipasi dini.
Sementara itu, Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa memastikan insiden pemadaman listrik yang terjadi di SMAN 6 Malang karena terkena pohon tumbang. Ini di luar prediksi.
“PLN Jawa Timur sudah melakukan pendampingan, tapi kalau kena angin, terus kena pohon, pohonnya kemudian nimpukin kabel, terus kabelnya terdampak, itu kan di luar dari apa yang kita prediksi,” kata Khofifah.
Meski demikian, siswa terdampak di SMAN 6 Malang dipastikan akan mendapat ujian susulan. Khofifah menegaskan bahwa TKA ini penting, meski tidak mengganggu kelulusan, karena menentukan kelolosan ke perguruan tinggi tanpa tes.
Khofifah juga optimistis Jatim akan kembali mencetak rekor. “Jawa Timur ini 6 tahun berturut-turut tertinggi diterima perguruan tinggi negeri dengan dan tanpa tes, reguler maupun kip perguruan tinggi,” beber Khofifah.
Untuk tahun ini, target Jatim tetap sama. Tertinggi lagi. “Targetnya tertinggi lagi, dan kita tahun 2025 ini tertinggi-tinggi sekali dibanding kedua. Jadi semua jalur kita tertinggi semuanya,” ujarnya.
Sedangkan Kepala Dinas Pendidikan Jatim, Aries Agung Paewai menambahkan bahwa kendala kelistrikan dan jaringan telah diantisipasi dengan alternatif.
Ada dua cara akses. Online penuh dan semi online, yaitu soal diunduh lalu dikerjakan, kemudian dikirim kembali ke sistem. “Siswa tidak perlu takut, tidak perlu khawatir karena ada penggantinya,” pungkas Aries.
Pelaksanaan TKA ini diikuti oleh lebih dari 390 ribu siswa SMA, SMK, MA, dan SMA-LB di Jawa Timur, yang akan dilanjutkan dengan Gelombang ke-3. [ipl/kun]






