Surabaya (beritajatim.com)- Bayi tabung, atau yang dikenal dengan istilah In Vitro Fertilization (IVF), kini bukan lagi sekadar solusi terakhir bagi pasangan yang kesulitan memiliki anak.
Seiring perkembangan teknologi dan meningkatnya kesadaran masyarakat, IVF telah menjadi pilihan bagi banyak pasangan untuk mewujudkan impian memiliki buah hati.
“Dulu, bayi tabung terkesan sulit, mahal, dan hanya untuk orang yang sudah menunda kehamilan hingga tahap terakhir. Sekarang, kami ingin bayi tabung bisa diakses oleh semua orang,” ujar dr. Benediktus, dokter spesialis kandungan di Morula IVF Surabaya, dalam perayaan ulang tahun klinik yang ke-26 di Ciputra World Hotel.
Menurut dr. Benediktus, banyak pasangan yang kini memilih IVF bukan hanya karena masalah infertilitas, tetapi juga karena alasan lain seperti ingin menentukan jenis kelamin anak atau merencanakan tahun kelahiran.
“Tren usia pasien bayi tabung juga semakin muda. Separuh dari pasien kami berusia di bawah 35 tahun,” ungkapnya.
Kapan Waktu yang Tepat untuk Mempertimbangkan Bayi Tabung?
Dokter Benediktus menjelaskan bahwa keputusan untuk melakukan bayi tabung tidak lagi berpatokan pada usia. “Ada dua indikasi utama: indikasi mutlak, seperti azoospermia atau kedua saluran tuba tersumbat, dan indikasi tidak mutlak, seperti sudah menikah lebih dari satu tahun dan belum berhasil hamil,” paparnya.
Ia menyarankan agar pasangan yang sudah menikah selama satu tahun dan belum berhasil hamil untuk segera mencari penyebabnya, terutama jika usia istri sudah di atas 35 tahun.
“Semakin lama menunggu, semakin menurun angka keberhasilannya,” tegasnya.
Memilih Klinik Bayi Tabung yang Tepat
Dokter Benediktus juga menekankan pentingnya memilih klinik bayi tabung yang tepat.
“Program hamil (promil) adalah sebuah perjalanan yang membutuhkan pendampingan yang tepat. Teknologi seperti PGTA, PGTM, PRP, inseminasi, dan time lapse belum tentu dimiliki semua klinik. Pandai-pandailah memilih klinik yang sesuai dengan kebutuhan dan indikasi Anda,” sarannya.
Harapan Baru bagi Pasangan yang Menginginkan Buah Hati
Dengan semakin mudahnya akses terhadap bayi tabung dan meningkatnya kesadaran masyarakat, diharapkan semakin banyak pasangan yang dapat mewujudkan impian memiliki buah hati.
“Jangan menunda untuk mengetahui masalahnya apa. Tidak harus bayi tabung dulu, mungkin bisa mencoba program alami atau inseminasi,” pesan dr. Benediktus.
Pentingnya Edukasi dan Konsultasi
Bagi pasangan yang sedang mempertimbangkan program bayi tabung, penting untuk mencari informasi yang akurat dan berkonsultasi dengan dokter spesialis kandungan.
Dengan demikian, pasangan dapat membuat keputusan yang tepat dan menjalani program hamil dengan optimal. [ian]






