Surabaya (beritajatim.com) – Penderita maag dan asam lambung mungkin kerap was-was ketika memasuki bulan puasa. Hal ini karena mereka harus menahan untuk tidak makan selama belasan jam setiap hari.
Perasaan ragu tersebut muncul ketika mereka membayangkan rasa sakit dan nyeri ketika penyakit tersebut kambuh. Tak ayal jika kemudian justru menganggu proses puasa.
Sebenarnya penderita maag maupun asam lambung tak perlu terlalu khawatir, ada beberapa tips yang bisa dilakukan agar puasa lancar dan tetap sehat sampai memasuki waktu berbuka, di antaranya;
Makan secukupnya saat sahur dan berbuka
Makan secukupnya saat sahur dan berbuka sebenarnya berlaku untuk semua orang. Namun, penderita maag dan asam lambung harus lebih memperhatikan hal ini. Karena ketika mereka makan makanan berlebih, hal tersebut justru akan membuat lambung bekerja lebih keras.
Hindari menghabiskan seporsi makanan sekaligus
Ketika sahur atau berbuka sebaiknya tidak memakan seporsi makanan sekaligus atau bahkan dalam waktu yang cepat. Para dokter menyarankan untuk makan dengan porsi yang terbagi, dilakukan secara perlahan, dan dengan frekuensi yang lebih sering. Hal ini dianggap baik dilakukan, terlebih pada penderita gangguan pencernaan.
Tidak terburu-buru
Mengonsumsi makanan dengan terburu-buru justru tidak baik untuk kesehatan. Hal ini karena makanan yang masuk ke saluran pencernaan dengan cepat dan terlalu banyak justru dapat memicu timbulnya keluhan di lambung. Alhasil, justru membuat perut terasa tidak nyaman.
Hindari makanan dan minuman yang dapat meningkatkan risiko asam lambung
Ketika berbuka maupun sahur, penderita asam lambung tentu harus menghindari menu makanan yang dapat memicu kadar asam lambung berlebih. Seperti halnya makanan yang terlalu asam, pedas, berkadar lemak tinggi, serta minuman berkafein tinggi, bersoda, dan beralkohol.
Konsumsi makanan sehat
Mengonsumsi makanan sehat, tentu sangat disarankan untuk menu berbuka maupun sahur. Bagi penderita maag dan asam lambung sangat disarankan untuk banyak mengonsumsi makanan berserat dan mengandung karbohidrat. Tidak lupa makan buah dan sayur untuk meminimalisir risiko iritasi lambung.
Jangan tiduran usai makan
Tidur yang cukup sangat dianjurkan, terlebih ketika sedang berpuasa. Namun, bukan berarti tidur setelah makan diperkenankan. Ketika seseorang tidur, tentu saja proses mencerna makanan akan menjadi terganggu. Tak ayal jika sebaiknya usai makan memberikan waktu atau jeda terlebih dahulu. (fyi/ian)






