Surabaya (beritajatim.com) – Menu olahan kambing menjadi salah satu hidangan favorit masyarakat saat Ramadan maupun Idul Fitri. Namun, jika tidak diolah dengan tepat, daging kambing bisa berbau prengus dan memiliki tekstur alot.
Chef Hamra Cafe & Resto, Kuncoro, membagikan tips penting yang dimulai dari pemilihan bahan baku. Menurutnya, sebaiknya memilih daging kambing berusia muda karena teksturnya lebih empuk dan aroma prengusnya tidak terlalu kuat.
Selain itu, perlakuan terhadap daging juga menjadi faktor penting. Daging kambing yang sudah dicuci bersih sebaiknya langsung dimasak dan tidak disimpan terlalu lama.
“Jadi daging kambing dicuci bersih kemudian langsung dimasak, tidak boleh disimpan karena jika disimpan jadi bau prengus. Seharusnya jika memang untuk besok langsung dibungkus pakai daun jati atau di-wrapping masuk ke freezer tanpa dicuci dulu,” ujarnya, Rabu (25/2/2026).

Untuk proses memasak, Kuncoro menjelaskan bahwa daging kambing sebaiknya direbus dua kali. Perebusan pertama bertujuan menghilangkan kotoran dan sisa darah, sedangkan perebusan kedua dilakukan bersamaan dengan bumbu sesuai menu yang diinginkan.
Menurutnya, proses ini memang membutuhkan waktu lebih lama, namun hasilnya akan membuat tekstur daging lebih empuk dan cita rasa lebih maksimal. Jika menggunakan daging kambing yang lebih tua, teknik presto dapat menjadi solusi agar daging cepat empuk.
Di Hamra Cafe & Resto sendiri, menu berbahan kambing muda menjadi andalan. Beberapa menu favorit pelanggan di antaranya nasi mandhi kambing, kambing oven atau haneed, serta kebuli lamb yang dikenal dengan cita rasa khas Timur Tengah. (way/but)






