Gresik (beritajatim.com) – Wakil Bupati (Wabup) Gresik dr Asluchul Alif meninjau langsung pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Sekolah Rakyat, Senin (14/7/2025). Dalam kesempatan tersebut, mantan Wakil Ketua DPRD Gresik itu menekankan pentingnya adaptasi, semangat belajar, dan menjaga nama baik sekolah kepada para siswa baru.
“MPLS harus bisa memberikan kesan positif dan hangat kepada para peserta didik baru. Ini penting untuk memulai proses pembelajaran yang efektif dan menyenangkan di jenjang pendidikan barunya,” ujar dr Alif.
Selain memotivasi siswa, Wabup Gresik juga berharap Unit Pelaksana Teknis (UPT) SMPN 6 dapat menyatu dengan eks UPT SMPN 30 yang kini difungsikan sebagai Sekolah Rakyat. Menurutnya, MPLS adalah fase penting bukan hanya untuk mengenal lingkungan sekolah, tetapi juga membangun kebersamaan.
“Siswa-siswi tidak hanya diperkenalkan dengan lingkungan sekolah baru, tetapi juga dengan nilai-nilai kebersamaan, kejujuran, disiplin, dan semangat belajar yang tinggi,” ungkapnya.
Usai memberi arahan, dr Alif turut memantau pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diberikan kepada siswa Sekolah Rakyat. Tak hanya itu, ia juga meninjau progres renovasi gedung sekolah yang kini memasuki hari ke-11 pengerjaan oleh kontraktor Nindya Adhi. Proyek tersebut ditargetkan rampung sebelum 17 Agustus 2025.
“Alhamdulillah dikerjakan dengan baik. Insya Allah sebelum tanggal 17 Agustus, pembangunan atau renovasi Sekolah Rakyat tuntas,” jelasnya.
Lebih jauh, dr Alif menyebut kehadiran Sekolah Rakyat menjadi harapan besar bagi anak-anak dari keluarga miskin Desil 1 di Kabupaten Gresik agar dapat menatap masa depan lebih cerah dan memperoleh hak pendidikan yang sama.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Gresik dr Ummi Khoiroh mengatakan pemerintah terus berkomitmen menghadirkan kesejahteraan melalui pendidikan yang layak. Menurutnya, sebelum memulai pembelajaran berikutnya, pihaknya juga memastikan kesehatan para siswa terpantau dengan baik.
“Sebelum mengikuti pembelajaran berikutnya, kami juga mengecek kesehatan 75 siswa Sekolah Rakyat. Ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam menghadirkan hidup yang lebih sejahtera bagi anak-anak Indonesia,” ujarnya. [dny/beq]






