Lamongan (beritajatim.com) – Sejumlah fasilitas di Pelabuhan Pengumpan Regional Paciran Lamongan akan ditambahkan. Penambahan dilakukan dalam rangka meningkatkan pelayanan pada aktifitas penyeberangan antar pulau.
Hal tersebut seperti yang diungkapkan oleh Kepala UPT Pelabuhan Pengumpan Regional Paciran Lamongan Achmad Fadil, S.T., M.M saat dikonfirmasi oleh wartawan pada Sabtu (6/11/2021).
Diketahui, untuk angkutan operasional penyeberangan saat ini pihak pelabuhan telah menyiapkan 3 armada Kapal Motor Penyebrangan (KMP). Adapun 3 KMP itu yakni KMP Gili Iyang (Paciran-Bawean), KMP Drajat Paciran (Paciran-Bahaur, Kalimantan Tengah), dan KMP Dharma Kencana (Garongkong, Barru, Sulawesi Selatan).
“Pada kegiatan di tahun 2021 ini, untuk angkutan penyeberangan di pelabuhan Paciran itu dilakukan 3 kapal fery penyeberangan, yang memiliki tujuan masing-masing,” ujar Fadil.
Kendati demikian, menurut Fadil, untuk kegiatan bersandar dan bongkar muat di Pelabuhan setempat belum maksimal. Pasalnya, dermaga tersebut hanya di desain untuk 2 kapal saja.
“Desain dermaga 1 didesain untuk kegiatan 2 kapal, namun untuk kegiatan bongkar muat orang dan barang dalam satu waktu belum bisa bersamaan dan harus bergantian. Tahun 2021 ditambah lagi KMP Dharma Kencana. Otomatis kalau ketiga-tiganya bersandar, maka tidak memungkinan,” terangnya.

Lebih lanjut, Fadil menjelaskan, selama ini apabila ada kapal penyeberangan melakukan kegiatan bongkar muat, maka kapal yang lainnya harus menunggu di dermaga laut, sehingga hal tersebut belum memenuhi standar pelayanan yang diharapkan.
“Kapal fery seharusnya di dermaganya sendiri, begitu juga kapal kargo. Selain itu, termasuk di masalah tarif pungutan itu juga beda,” imbuhnya.
Oleh sebab itu, Fadil membeberkan, saat ini pihak pelabuhan telah merencanakan pengembangan dermaga yang lebih panjang, yakni sekitar 208,43 meter lagi. Sehingga, kegiatan sandar kapal lebih bisa terlayani dengan baik.
“Pengembangan panjang dermaga untuk angkutan fery itu sampai 208,43 meter sampai titik break water, sehingga diharapkan nanti saat ketiga kapal itu bersandar, bisa dilayani dengan baik, termasuk kegiatan bongkar muat bisa dilakukan secara bersamaan. Karena kita saat ini juga tergantung pasang surut,” paparnya.
Tak hanya memperpanjang dermaga, lanjut Fadil, untuk angkutan penyeberangannya juga akan ada penambahan jalur (trestle) yang lebarnya sama dengan sebelumnya, sehingga kendaraan tidak terlalu antri.
“Serta juga akan ada penambahan dermaga lagi di sebelah kanan dan pemasangan neon box di bagian depan pelabuhan. Namun kami juga masih melakukan kordinasi lagi dengan sejumlah pihak,” imbuhnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”lamongan”]
Dalam keterangannya, Fadil juga berharap, Pelabuhan Pengumpan Regional Paciran Lamongan ini semakin ramai. “Semoga pandemi Covid-19 hilang, sehingga kegiatan ini bisa normal lagi. Sekaligus kebijakan pemerintah terkait dengan standart protokoler bisa lebih dipermudah,” harapnya.
Sebagai informasi, pelabuhan tersebut merupakan salah satu UPT pelabuhan pengumpan di bawah koordinasi Dinas Perhubungan Provinsi Jatim, yang meski musim pandemi, sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari pelabuhan ini meningkat hampir 400%, terutama di sektor kargonya. [riq/but]






