RINGKASAN BERITA:
- Sebanyak 23.365 jemaah dan petugas haji reguler Indonesia telah bertolak menuju Tanah Air dari Arab Saudi.
- Kepadatan operasional memicu pengalihan terminal penerbangan Saudia Airlines ke Terminal 1 Internasional Jeddah.
- Maskapai memperketat pengawasan berat bagasi dan melarang penambahan barang usai H-2 penimbangan hotel.
- Kemenhaj menegaskan larangan membawa air zamzam di koper karena pembongkaran paksa memicu keterlambatan pesawat.
Madinah (beritajatim.com) – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Republik Indonesia memperketat pengawasan fase arus balik seiring tercatatnya 23.365 jemaah dan petugas haji reguler yang telah resmi bertolak dari Arab Saudi menuju Tanah Air.
Selain penegakan regulasi bagasi pesawat secara rigid, otoritas perhajian mengumumkan kebijakan taktis Pemerintah Arab Saudi yang mengalihkan sejumlah gerbang penerbangan jemaah akibat lonjakan kepadatan manifes di Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah.
Wartawan beritajatim.com, Muhammad Isnan yang tergabung dalam Media Center Haji (MCH) Kemenhaj RI melaporkan dari Arab Saudi bahwa mitigasi pergerakan massa kini dialihkan ke titik-titik krusial bandara guna mengantisipasi perubahan jadwal terbang dan kendala logistik jemaah.
“Kementerian Haji dan Umrah memastikan seluruh proses kepulangan jemaah haji reguler maupun haji khusus terus dikawal secara intensif agar berjalan tertib, aman, nyaman, dan lancar,” ujar Juru Bicara Kemenhaj RI, Ichsan Marsha, di Madinah, Jumat (5/6/2026).
Tingginya volume lalu lintas udara pada puncak musim pemulangan memaksa Kementerian Haji Arab Saudi memindahkan titik keberangkatan sejumlah penerbangan maskapai Saudia Airlines yang mengangkut jemaah Indonesia. Penerbangan yang semula dijadwalkan melalui Terminal Haji kini resmi digeser ke Terminal Internasional (Terminal 1).
Merespons kebijakan mendadak tersebut, PPIH Arab Saudi Daerah Kerja Bandara langsung melakukan rekayasa penempatan personel medis dan pelayan darat di area Terminal 1. Langkah ini menjamin pendampingan lansia serta pemantauan dokumen jemaah tidak terputus.
“Kami mengimbau jemaah untuk mengikuti arahan petugas, memperhatikan informasi nomor gate keberangkatan, dan tetap berada di area tunggu yang telah ditentukan karena pengaturan gate dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kebutuhan operasional bandara,” tutur Ichsan mengingatkan tingginya pola dinamika bandara.
Berdasarkan data terkini kelaikan terbang harian, dari total 23.365 pergerakan yang terbagi dalam 59 kelompok terbang (kloter), sebanyak 56 kloter yang membawa 21.948 jemaah dan 224 petugas dikonfirmasi telah mendarat di berbagai debarkasi Indonesia.
Secara simultan, pemulangan sektor haji khusus mencatatkan performa yang cepat dengan kepulangan 7.702 jemaah dan 368 petugas. Angka ini menggenapkan total kepulangan haji khusus di angka 8.070 orang.
Terkait dokumen wajib, Kemenhaj meminta jemaah bersikap disiplin meletakkan paspor dan kartu identitas pada tas kecil di dada. “Paspor merupakan dokumen perjalanan yang sangat penting. Jangan sampai hilang. Apabila terjadi kehilangan, segera laporkan kepada ketua kloter dan petugas haji agar dapat ditindaklanjuti sesuai prosedur,” kata Ichsan.
Guna memangkas waktu antrean di bandara, maskapai penerbangan menerapkan sistem jemput bola dengan melakukan penimbangan koper bagasi langsung di hotel jemaah pada H-2 sebelum jadwal terbang. Kemenhaj melarang keras jemaah menyisipkan barang selundupan ke dalam koper yang telah disegel dan lolos proses screening awal.
Sesuai aturan keselamatan penerbangan internasional (aviation security), batasan muatan jemaah haji diatur ketat: satu tas paspor melekat, satu koper kabin maksimal 7 kilogram, dan satu koper bagasi utama dengan berat batas tertinggi 32 kilogram.
Pemerintah kembali mengeluarkan peringatan keras mengenai sanksi pembongkaran paksa koper jika jemaah nekat memasukkan cairan air zamzam ke dalam bagasi udara. Tindakan indisipliner tersebut dinilai merugikan hak jemaah lain karena memicu efek domino keterlambatan pesawat (delay).
“Keberadaan air zamzam di dalam koper dapat menghambat proses pemeriksaan, menyebabkan pembongkaran koper, keterlambatan distribusi bagasi, bahkan mengganggu kelancaran kepulangan jemaah lainnya,” ucap Ichsan dengan nada lugas.
Kemenhaj memastikan pihak otoritas perhajian di tanah air telah menyiapkan paket galon air zamzam resmi ukuran 5 liter yang siap diserahkan kepada masing-masing jemaah setibanya mereka di debarkasi domestik.
Jemaah yang masih menunggu jadwal kepulangan di hotel diminta fokus menjaga metabolisme tubuh di tengah paparan cuaca panas ekstrem dengan cara memperbanyak minum air putih dan membatasi mobilitas di luar ruangan. [ian/MCH]






