Malang (beritajatim.com) – Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kabupaten Malang mencapai 6,2 persen di tahun 2022 lalu. Sebab itu, pada tahun 2023 ini,
Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Malang berupaya menekan angka pengangguran terbuka tahun 2023 ini. Hal itu setelah Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kabupaten Malang pada tahun 2022 lalu, mencapai 6,2 persen
“Tingkat pengangguran terbuka di Kabupaten Malang mengalami kenaikan berdasarkan data BPS. Penyebabnya ada beberapa faktor,” tegas Kepala Disnaker Kabupaten Malang, Yoyok Wardoyo, Kamis (6/7/2023).
Yoyok menjelaskan, penyebab TPT tinggi akibat recovery di masa pandemi covid-19 dan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Selain itu, juga pelajar lulusan SMK menjadi salah satu penyumbang besar TPT.
[berita-terkait number=”3″ tag=”kabupaten-malang”]
Tercatat lulusan SMK di Kabupaten Malang setiap tahunya, sambung Yoyok, ada sekitar 14 ribu orang. Itupun yang bisa langsung bekerja hanya sekitar 35 persen saja.
“Untuk mengurangi PTP itu, kita menggalakkan pelatihan dan bekerja formal ke luar negeri bagi lulusan SMA dan SMK,” kata Yoyok.
Ia menegaskan, lulusan SMA dan SMK, bisa merasakan bursa kerja ke Jepang maupun ke Korea. Untuk mewujudkan hal itu, sambung Yoyok, pihaknya menggandeng forum BKK dan Forum Kepala Sekolah, agar berdasarkan kurikulum merdeka diterapkan di SMA dan SMK. Kata dia, syarat kerja ke luar negeri di sektor formal harus menguasai bahasa.
“Maka di SMK diharapkan mulai kelas 1 ada pendidikan bahasa Jepang dan Korea, ” urljarnya.
Selain itu, gencar dilakukan pelatihan untuk meningkatkan kesejahteraan. Pelatihan diarahkan untuk dunia industri dan usaha. Pelatihan diarahkan untuk membentuk entrepreneur muda
“Arah pelatihan mengarahkan penciptaan wirausahawan muda,” Yoyok mengakhiri. (yog/ted)






