Surabaya (beritajatim.com) – Timnas basket putra Indonesia harus menelan kekalahan di laga perdana Window 1 Kualifikasi FIBA Asia Cup 2025. Bertanding melawan Thailand di Stadium Bangkok, Jumat (23/2/2024), Indonesia dipaksa menyerah dengan skor 73-56.
Meskipun sempat memimpin di awal pertandingan dengan skor 7-0, Indonesia tidak mampu mempertahankan performa mereka. Thailand bangkit dan membalikkan keadaan, unggul di setiap kuarter dan mengunci kemenangan.
Agassi Goantara menjadi pemain terbaik Indonesia dengan 14 poin, 8 rebound, dan 3 assist. Diikuti oleh Mohammad Arighi Hadian Noor dengan 9 poin dan 1 rebound.
Dari kubu Thailand, Moses Morgan menjadi pendulang poin terbanyak dengan 24 poin, 2 rebound, dan 1 assist. Disusul kemudian Frederick Lee Jones dengan 13 poin, 1 rebound, dan 3 assist.
Pelatih Timnas Basket Indonesia Milos Pejic mengatakan bahwa para pemainnya memetik pelajaran berharga dari pertandingan ini. Menghadapi tim Thailand yang lebih berpengalaman, para pemain muda Indonesia diharapkan dapat belajar dan berkembang.
“Kita tahu bahwa pemain-pemain kita adalah pemain muda, dan kita melawan tim Thailand yang sudah bermain bersama hampir 5 tahun. Dengan modal ini, Thailand menjadi salah satu tim di Asia Tenggara yang berpengalan dan kompak,” terang Milos.
“Saya sengaja memilih pemain muda ini karena mereka kedepannya yang menurut hemat saya sebagai pelatih yang akan dapat bermain bersama pemain senior di SEA Games nanti bersama Derrick Michael, Andakara Prastawa, Arki Wisnu, Yudha, Bolden, Abraham, Brandon dan lainnya. Mohon dukungan Indonesia atas program yang sedang saya jalankan,” ungkap Milos.
Milos berharap para pemainnya dapat belajar dengan cepat dari level permainan internasional dan mengetahui kemampuan mereka dibandingkan dengan pemain internasional lainnya.
“Kita menginvestasikan mereka saat ini dan investasi ini memang butuh waktu dan kesabaran untuk mereka menjadi pemain yang bagus. Semoga dari investasi kita di tim nasional yang sekarang ini bisa muncul pemain-pemain yang kelak bisa menggantikan senior-senior mereka seperti Arki, Prastawa, Abraham, dan Jawato,” ujar pelatih berpaspor Kroasia ini.
Meskipun kalah, Milos tetap mengapresiasi semangat juang para pemainnya yang tidak pernah padam sepanjang pertandingan.
“Satu hal yang positif di game melawan Thailand, anak-anak ini tetap semangat meski tertinggal jauh dan beberapa momen mereka mampu menjalankan instruksi dengan baik,” jelasnya.
Pada pertandingan selanjutnya, Indonesia akan menghadapi Australia, salah satu tim terbaik dunia di klasemen FIBA. Milos mengatakan bahwa ini adalah kesempatan yang bagus bagi para pemainnya untuk belajar dan berkembang.
“Jadi saat lawan Australia, kita akan menghadapi sebuah tim yang sangat dominan baik secara tim, fisik, dan fundamental bermain basket,” ujar Milos.
“Ini adalah kesempatan yang sangat bagus buat anak-anak untuk belajar dalam menghadapi tim yang bukan lagi kelas Asia tapi top tim di level internasional,” tukasnya. [way/beq]






