Surabaya (beritajatim.com) – Jelang Piala Dunia Basket 2023 pada September mendatang di Indonesia Arena, Federasi Bola Basket Dunia (FIBA) terus melakukan sosialisasi “green movement”. Dimulai dari pengenalan maskot Piala Dunia Basket 2023 berbentuk robot dengan tiga corak warna berbeda bernama JIP.
Perwakilan FIBA untuk Indonesia khusus Piala Dunia Head Of GMC Cahyadi Wanda menyebut terpilihnya JIP sebagai maskot piala dunia lantaran adanya konsep daur ulang sampah yang direpresentasikan dengan keranjang basket pada bagian punggung robot tiga warna itu.
“Kami mendapatkan banyak masukan melalui proposal desain dan akhirnya terpilih JIP, salah satunya karena ada konsep daur ulang itu. Kalau konsep yang lain tidak ada,” ujarnya.
Wanda menyebut konsep JIP cocok dengan “gerakan hijau” yang dikampanyekan oleh FIBA melalui Piala Dunia Basket 2023.
BACA JUGA:
Timnas Indonesia U-16 Gagal Raih Tiket FIBA U-16 Asian Championship 2023
“Keranjang basket menjadi cermin membuang sampah pada tempatnya, istilahnya sampah itu diolah untuk kekuatan tambahan bagi JIP agar bisa melompat lebih tinggi lagi,” imbuhnya.
Dia juga menyebut setiap masyarakat di seluruh dunia, termasuk organisasi olahraga memiliki tanggung jawab menjaga kelesetarian lingkungan dengan gerakan yang dicantumkan di setiap pelaksanaan kejuraan, baik skala nasional maupun internasional.
“Melalui piala dunia ini kami ingin melakukan kampanye gerakan hijau, kami mulai dari kecil, yakni setelah pertandingan sampah-sampah dibereskan,” kata dia.
Di sisi lain, Wanda menyebut konsep robot pada maskot itu dimaksudkan untuk lebih dekat dengan dunia anak-anak, sehingga pengenalan olahraga basket bisa berjalan maksimal.
“Kami tahu anak-anak kecil suka dengan robot, JIP ini dibuat supaya dekat dengan genrasi penerus arahnya ke sana, supaya ada talenta muda juga yang dekat dengan basket,” tuturnya.
BACA JUGA:
Malaysia Lolos ke FIBA U16 Asian Championship 2023 Usai Kalahkan Thailand
JIP merupakan singkatan dari Jepang, Indonesia, dan Filipina. Tiga negara itu merupakan tuan rumah Piala Dunia Basket 2023. Singkatan tersebut diambil dari ejaan bahasa Inggris.
Oleh karenanya pada bagian badan robot tersebut tercantum tiga warna merepresentasikan masing-masing tuan rumah.
“Warnya itu ada Indonesia yang merah, putih itu Jepang, dan Filipina biru, asa kuningnya juga,” ujarnya.
Hal serupa juga terpancar dari logo Piala Dunia Basket 2023 yang berbentuk hari dengan goresan tiga warna tersebut.
“Sama seperti logonya juga ini jantung hati tagline-nya ‘Win For All’ atau kemenangan untuk semua,” ucapnya dia.
Maskot JIP dilengkapi dengan teknologi pendingin pada bagian kepala untuk menambah kenyamanan penggunanya. Kemudian di sisi wajah menggunakan teknologi monitor yang bisa membentuk gambar hati sebagai matanya.
Setiap negara tuan rumah Piala Dunia Basket 2023 memiliki satu maskot JIP.
“Dia ada baterinya juga jadi sebelum dipakai dicas dulu supaya LED dan pendinginnya jalan, kalau tidak begitu tidak bisa kepanasan yang pakai. Robot ini dibuat di Jepang,” ujarnya.
Kejuaraan dunia basket yang mengusung tema “Win For All” di Jakarta akan memainkan pertandingan dari Grup G dan H yang diisi delapan tim.
Pada Grup G diisi Tim Nasional Basket Iran, Spanyol, Pantai Gading, dan Brazil. Sedangkan Grup H ditempati oleh Kanada, Latvia, Lebanon, dan Prancis. [way/beq]







