Blitar (beritajatim.com) – Pemilihan Bupati (Pilbup) Blitar telah usai digelar. Meski hasil rekapitulasi belum keluar, namun dari sejumlah hitung cepat menunjukkan Cabup Blitar petahana, Rini Syarifah, kalah dari Rijanto.
Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA adalah salah satu lembaga survei yang telah merilis hasil hitung cepat Pilbup Blitar 2024. Hasil hitung cepat LSI Denny JA menunjukkan pasangan nomor urut 01, Rijanto-Beky unggul mutlak dari pesaingnya, Rini-Ghoni yang berstatus sebagai petahana.
Diketahui Rijanto-Beky mendapatkan suara sebanyak 78,68 persen suara. Sementara petahana Rini-Ghoni hanya memperoleh suara sebanyak 21,38 persen. Survei LSI Denny JA ini memiliki margin eror sebesar 8 persen.
Hasil hitung cepat lain yang dimiliki oleh internal PDIP juga menunjukkan hal serupa. Pada hitung cepat PDIP, Rijanto-Beky memperoleh suara sebesar 78,56 persen.
Rijanto-Beky pun unggul jauh dari sang rival yakni Rini Syarifah-Abdul Ghoni yang hanya mendapatkan 21,54 persen. Dengan kondisi tersebut kemungkinan besar sang petahana yakni Rini Syarifah yang kini berpasangan dengan Abdul Ghoni bakal tumbang di Pilkada 2024 ini.
Ketua Tim Pemenangan Rini-Ghoni, M. Rifa’i pun buka-bukan penyebab petahana tumbang di tangan rivalnya. Menurut Rifa’i penurunan dukungan untuk petahana Rini-Ghoni terjadi sehari sebelum pencoblosan.
Sehari pencoblosan banyak suara yang sebelumnya mendukung petahana berbalik arah. Hasilnya suara Rini-Ghoni hancur di hari pencoblosan.
“Sebenarnya respon masyarakat selama ini bagus, kita juga tidak mau menyalahkan orang lain artinya masyarakat yang berpindah haluan gitu aja,” ungkap Rifa’i yang juga menjabat sebagai Sekretaris PKB Kabupaten Blitar tersebut, Rabu (4/12/2024).
Sebenarnya petahana dan tim telah berupaya maksimal, namun semua upaya itu sia sia sehari jelang pencoblosan. Bahkan dari beberapa survei internal, suara petahana masih cukup bagus. Rifa’i pun nampak tidak memprediksi petahana Mak Rini bakal tumbang dengan selisih yang cukup jauh.
“Upaya sudah maksimal waktu surveinya juga bagus tapi di H-1 jelang Pencoblosan itu sudah berbalik arah semuanya,” imbuhnya.
Atas kekalahan ini, Tim Rini-Ghoni pun tidak mau menyalahkan pihak lain. Pihaknya pun menerima kekalahan ini sebagai bentuk bahwa masyarakat Kabupaten Blitar sudah tidak berkehendak lagi dengan kepemimpinan Mak Rini.
“Ya itu saja kalau saya memaknai masyarakat sudah tergiur untuk berbelok arah,” imbuhnya.
Rifa’i pun menepis isu keretakan hubungan antara Mak Rini dengan Abdul Ghoni di detik-detik terakhir pencoblosan. Menurut Rifa’i selama proses hingga hari pencoblosan Rini-Ghoni dan tim tetap solid.
“Kita tetap solid, kok,” tegasnya.
Pihaknya pun mengakui bahwa jelang hari pencoblosan, mesin politik petahana kurang maksimal baik itu secara kinerja maupun permodalan. Hal itulah yang disinyalir menjadi penyebab berbaliknya arah dukungan masyarakat jelang hari pencoblosan.
“Ada modal tapi tidak maksimal,” tandasnya.
Mak Rini pun kini harus bersiap menghadapi kenyataan dirinya bakal tumbang di pertemuan keduanya melawan Rijanto. Sebelumnya pada Pilkada 2020 lalu, Mak Rini berhasil menumbangkan Rijanto yang kala itu berstatus petahana. [owi/beq]







28 Komentar
Ojo nyalahne masyrakat. Tapi koreksinen selama 5tahun kamu ngapain saja mak? Terus daerah kidulan/blitar selatan kok openi opo ora? Ngono kok njalok dipilih mbok ngaca disek..
Kerja yang baik dan masyarakat akan mengapresiasi
Tim sesnya penipu….di pemilihan th 2019… Mangkanya th 2924 jadi kalah….
Berkacalah pada gitokmu, pantaskah mimpin Blitar 2x ????
Balik ke Pak Rianto ,oke lah
Gandeng Mulyono mo Mulyo
lha wong dalan remuk kabeh, ditemoni masyarakat angel. metu2 pas arep pilkada
Sabar mawon, niku namun cobaan semoga kita semua diberi padang ati ttep iman selamat dunia akhirat amiin
Masyarakat skrg pada umumnya & pada khususnya daerah Blitar,,, tau,, pimpinan yg bisa kerja dan pimpinan yg kurang (tidak) bisa kerja,,, diliat dr kemajuan daerah Blitar
Tanpa gerakkan uang juga masyarakat sekarang sudah pintar untuk menilai , menimbang mana pemimpin yang bekerja openi rakyat, dan pantas dipercayakan lagi untukmemimpin.. Apabila selama kepemimoinan lima tahun, rakyat kurang diperhatikan, sudah jelas rakyat sendiri tidak akan percaya lagi walau memakai metode canggih apapun untuk.pengaruhi rakyat.. saya kira sederhana saja jawaban mengapa rakyat tidak percaya.
Tim sesnya penipu….di pemilihan th 2019… Mangkanya th 2024 jadi kalah….
Dalan lek rung ditanduri WIT gedang rakyate urung di aspal jane Ki kerjone anak buahmu Ki pye,lek rakyate demo lagek bergerak,kurang cak cek we Ki Mak 🙏🙏🙏
5 tahun seperti gak ada bupatinya. Kalau dibilang berbelok arah H-1 itu salah. Dari awal sudah kelihatan bakal tumbang apapun strateginya. Pak Rijanto jenius menggandeng H. Beky yang massanya luar biasa besar.
Jangan bilang H-1 dukungan berbalik arah, sejak jauh sebelumnya masyarakat udah pada koreksi, apa hasilnya mimpin 5 th. Kebutuhan utama masyarakat, terutama jalan pada ancur tanpa perbaikan. Jika hasil kepemimpinannya standart/bagus, mayoritas petahana terpilih lagi.
Jangan bilang H-1 dukungan berbalik arah, sejak jauh sebelumnya masyarakat udah pada koreksi, apa hasilnya mimpin 5 th. Kebutuhan utama masyarakat, terutama jalan pada ancur tanpa perbaikan. Jika hasil kepemimpinannya standart/bagus, mayoritas petahana terpilih lagi.
Mangkane mak, keluh kesah warga ki perhatekno. Sobo nyang daerah terutama pedalaman, lek gk yo minimal sobo medsos lah…
Mangkane mak, keluh kesah warga ki perhatekno. Sobo nyang daerah terutama pedalaman, lek gk yo minimal sobo medsos lah…
Saiki pemimpin nek belakang meja tok ngandalne data ki wes gk usum
Selama mimpin gak ada tilas . Bangunan 0,jalan 0, ekonomi 0, kedekatan rakyat 0, mau pencalonan
Lagi .pencitraan 100.
Biar gandeng mulyono gak payu .
Mergo plurune Ra teko enggen Mergo rakyat lak raenek dwete ragelem nyoblos pikirane mekgor dwett lak pekoro bangunan apik RINI timbang Rianto , lihat nanti 5 taun kedepan Blitar mbalek ke jaman batu 10 taun yg lalu Rianto renek Tilase itu nyata yg saya rasakan
Bukan nol lagi pak.justru minus karena jalan umum semakin rusak kog
Prediksi ku 55%-45%…bak e Mlah luehh parahh.. wkwkwk
Prediksi ku 55%-45%…bak e Mlah luehh parahh.. wkwkwk
Selain tim nya Rini yg di pimpin kakaknya itu sangat2 ngawur dengan birokrasi pemerintahan tim Goni dan rini sudah retak sejak H-2 karena dana itu fiks. Dan era pemerintahan petahana sangat di setir oleh Tim nya petahana mulai dari kebijakan birokrasi pyn di obok obok padahal itu orang luar birokrasi… Berdampak juga ke kinerja pelayanan masyarakat… Udahh klop hancurrr
Aq wes optimis pak rijianto beky,, nganti aq koar” golek taruhan blas gak oleh gandeng,sekaline bener
Blitar di bawa kepemimpinan Mak Rini, malah ancur. Perempuan itu tugasnya di dapur dan di kasur. Gak ngerti Babakan pembangunan
Butunok karena gandeng Mulyono
Gak payu ,Buto Abang di gandeng
Yo balok saja pak Rianto, 😀😀😀😀😀😀
Kepemimpinan Mak Rini sudah terbukti lebih bagus dari sebelumnya,, enggak tahu yg sekarang .. apa terpilih karena “wonge onok? 🤭😅🙏
Kepemimpinan Mak Rini sudah terbukti lebih bagus dari sebelumnya,, enggak tahu yg sekarang .. apa terpilih karena “wonge onok? 🤭😅🙏
Sing paling valid ya Kalah tembakan..
Wayahe 100 ribu merata ngunu yo, koyo caleg2 kae