Surabaya (beritajatim.com) – Tim Mahasiswa Unair (Universitas Airlangga) menggagas Smart Bra Berbasis Microwave dan Sensor Tekstil Terpolarisasi sebagai sistem pemantauan kanker payudara sejak dini.
Melansir laman Kemenkes RI, kanker payudara menempati urutan pertama terkait jumlah kanker terbanyak di Indonesia serta menjadi salah satu penyumbang kematian pertama akibat kanker.
Data Globocan tahun 2020 menyebut, jumlah kasus baru kanker payudara mencapai 68.858 kasus (16,6%) dari total 396.914 kasus baru kanker di Indonesia. Untuk jumlah kematiannya mencapai lebih dari 22 ribu jiwa kasus.
“Kami lihat angka kejadian kanker payudara yang masih cukup tinggi di Indonesia,” kata anggota tim Lourencia Yoan Angelica, ditulis Senin (27/5/2024).
Dengan inovasi yang timnya buat, Lourencia berharap kanker payudara dapat terdeteksi dengan cepat. Mengingat, angka kejadian yang cukup tinggi namun deteksi sejak dini masih relatif minim.
“Angka kejadian yang cukup tinggi tapi masih minimnya deteksi kanker payudara sedini mungkin. Sehingga para penderita kanker payudara baru mengetahuinya setelah memasuki stadium lanjut,” katanya.
Ia menjelaskan, pada Smart Bra ini terdapat sensor yang terintegrasi dengan pakaian. Sehingga, akan memudahkan para pengguna. Artinya, penanganan kanker nantinya dapat segera dilakukan.
“Inovasi ini menjadi terobosan baru yang dapat memaksimalkan pendeteksian kanker payudara sejak dini. Sehingga kasus kanker payudara dapat berkurang dan tindakan lanjutan bagi penderita dapat segera terlaksana,” jelasnya.
Atas inovasinya ini, Unair berhasil meraih medali emas lomba essay subtema kesehatan pada National Education Competition 2024 di UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta, pertengahan Mei lalu.
Adapun tim mahasiswa terdiri dari Andini Ariani Carolina dan Firman Maulana Barokah dari Fakultas Perikanan dan Kelautan, Aufar Mahran Alleani dari Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin, Lourencia Yoan Angelica dan M. Rofiqi Azmi dari Fakultas Farmasi. [ipl/kun]






