Pamekasan (beritajatim.com) – Peningkatan mutu menjadi tugas bersama dalam mengembangkan efektivitas dan efesiensi proses pendidikan, termasuk pada jenjang Perguruan Tinggi.
Hal tersebut disampaikan salah satu Tim Asesor BAN-PT, Dr Arief Subhan saat melakukan asesmen lapangan alias AL pada Program Studi (Prodi) Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam (BKPI) di lingkungan Institut Agama Islam (IAI) Al-Khairat Pamekasan, Senin-Selasa (4-5/3/2024).
Dalam kunjungannya ke Perguruan Tinggi yang beralamat di Jl Raya Palengaan (Palduding) Nomor 2 Pamekasan, civitas akademika UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, didampingi satu orang tim asesor lainnya, yakni Dr Yasril Yazid dari UIN Sultan Syarif Kasim Riau.
Dalam kesempatan tersebut, keduanya disambut langsung oleh Rektor IAI Al-Khairat Pamekasan, Moh Mahfud beserta jajaran Wakil Rektor, Dekan Fakultas Tarbiyah, Abdul Halim, Kaprodi BKPI, Aizun Riski Safitri, para dosen serta jajaran civitas akademika pada Prodi BKPI IAI Al-Khairat Pamekasan.
“Pertama kami ingin menyampaikan terima kasih atas sambutan dari Prodi BKPI, termasuk para dosen BKPI yang setia menemani. Terima kasih atas support yang diberikan selama proses AL berlangsung,” kata Dr Arief Subhan.
Dalam proses AL tersebut, pihaknya memberikan beberapa catatan dan rekomendasi penting, termasuk pada aspek TS pada borang yang dikirim ke BAN-PT. “TS yang dikirim ke BAN-PT Tahun 2019-2021, dan itu belum ada lulusan. Sehingga ada beberapa poin yang tidak bisa kita beri nilai,” ungkapnya.
“Apa yang kita lakukan hari ini adalah perubahan TS pada borang pada TS 2022-2023 yang sudah ada lulusan, sehingga tadi yang tidak ada nilai jadi ada. Tapi kita upayakan agar tidak ada yang dirugikan, karena saat visitasi sudah ada lulusan yang kita wawancarai, dan sudah ada tracer Studi,” imbuhnya.
Pihaknya komitmen menyampaikan fakta lapangan sesuai dengan proses AL. “Dalam hal ini kita upayakan agar tidak ada yang dirugikan, perubahan ini nanti kita sampaikan kepada dewan eksekutif BAN-PT. Kita usahakan TS ini bisa disetujui dan sesuai dengan fakta yang sekarang, dan bukan 2021, tunggu saja hasilnya keluar,” jelasnya.
Bahkan beberapa rekomendasi juga ditulis sesuai dengan fakta yang dilihat saat proses visitasi. “Kita harapkan rekomendasi ini bisa jadi sempurna, hasil bacaan kita berdua berdasar hasil perubahan dan harus ditulis seperti itu,” sambung Dr Arief Subhan.
“Secara umum kita sadar, peningkatan mutu jadi tugas bersama khususnya bagi mahasiswa tentang kualitas, termasuk fasiltas dan lainnya. Apalagi kita yang berbasis pesantren harusnya lebih baik dari yang lain,” pungkasnya.
Untuk diketahui, terdapat beberapa poin penting dalam langkah peningkatan mutu pendidikan. Di antaranya visi misi konkrit, soliditas kerja tim, peningkatan kompetensi tenaga pendidik, supervisi dan evaluasi berkala, membangun relasi dengan wali dan masyarakat, serta menyediakan sarana dan prasarana yang memadai. [pin/ted]






