Surabaya (beritajatim.com) – Bagus tidaknya sebuah produk UMKM ditentukan oleh kemasan atau packaging. Ini agar produk bisa laku di pasaran maupun menembus pasar ekspor. Tapi bagi pelaku usaha kecil menengah sering kesulitan membuat desain kemasan. Hal ini menjadi perhatian tim Pengabdian kepada Masyarakat (Abmas) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya untuk membantu mereka.
Tak jarang pelaku UMKM gagal memasarkan produknya untuk pasar lokal hingga mancanegara disebabkan aspek pengemasannya kurang memenuhi standar yang disyaratkan. Ini karena fungsi kemasan itu untuk melindungi produk di dalamnya, sekaligus juga meningkatkan nilai jualnya.
Melihat kendala yang dialami pelaku UMKM tersebut, tim Abmas ITS yang diketuai Sayatman bersama rekan-rekan Dosen Departemen Desain Komunikasi Visual- Fakultas Desain Kreatif dan Bisnis Digital (Creabiz) serta dibantu oleh Tim Mahasiswa ITS, sudah sejak tahun 1991 membantu membina dan mengembangkan desain kemasan produk usaha kecil menengah di seluruh Jawa Timur.
[berita-terkait number=”5″ tag=”UMKM”]
“Ini agar mereka lebih memiliki daya saing dan bisa mengembangkan pemasarannya atau bahkan bisa menembus pasar ekspor. Berkecimpung membantu para UMKM memberikan bantuan mendesainkan merek dan kemasan khususnya di Jawa Timur ini sudah cukup lama, dan saat ini sedang membantu mitra UKM Makanan Camilan Tradisional di Surabaya dan Sidoarjo” kata Sayatman.
Sayatman menjelaskan, dengan membantu memberikan masukan, membina hingga mendesain merek dan kemasan untuk pelaku UMKM, merupakan bagian bentuk pengabdian dirinya dan timnya kepada masyarakat sesuai Tri Dharma Perguruan Tinggi.
“Karena di satu sisi saya sebagai dosen memiliki tugas melaksanakan Tri Dharma begitu, yaitu pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat, dan memang itu sudah menjadi kewajiban setiap dosen di perguruan tinggi,” ujar pria yang juga ketua Laboratorium Media Kreatif dan Digital di Departemen Desain Komunikasi Visual ITS.
Menurut dia, seorang pelaku UMKM merupakan sosok hebat karena mereka tidak hanya memikirkan kemasannya saja, tapi harus memikirkan segalanya dari mulai proses produksi hingga pemasaran secara mandiri. Namun, karena kesibukan membuat produk seringkali kurang memperhatikan kualitas desain dan kemasan produknya.
Selama 20 tahun bergerak di bidang pengabdian masyarakat, dengan ketrampilan dan pengetahuannya, Sayatman mengakui mempunyai kepuasan tersendiri saat ide dan gagasannya mendesainkan kemasan produk itu dipakai pelaku UMKM untuk meningkatkan nilai jual produknya.
“Sebenarnya ada kepuasan tersendiri dalam melaksanakan pengabdian masyarakat ini, karena melalui ilmu yang dititipkan Tuhan ke saya bisa dikontribusikan untuk membantu masyarakat khususnya UMKM. Dan, menjadi kepuasan tersendiri tatkala desain kita dipakai. Meskipun itu hanya sebuah merek misalnya atau hanya sebuah packaging tapi mereka sangat terbantu dan sangat berterima kasih. Itu yang bikin saya puas,” pungkasnya. (tok/kun)






