Surabaya (beritajatim.com) – Tiga tim mobil hemat energi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) berjaya di ajang Shell Eco-Marathon (SEM) Asia Pacific and the Middle East 2026 Qatar. Mereka sukses menyabet gelar juara dari berbagai kategori lomba.
Tim Antasena meraih posisi pertama Technical Innovation Award dan juara kedua Prototype Hydrogen Fuel Cell. Capaian ini sekaligus mengantarkan mereka menuju kualifikasi Shell Eco-marathon Global Championship 2027 di Inggris.
Non-Technical Manager Antasena Damaila Fayza mengatakan prestasi ini membuktikan kesiapan tim bersaing di level dunia. Ia menegaskan hasil tersebut memacu pengembangan inovasi kendaraan berkelanjutan di masa depan.
“Prestasi ini semakin memacu kami untuk bisa terus mengembangkan inovasi kendaraan berkelanjutan nantinya,” tutur Damaila dikutip Selasa (3/2/2026).
Sementara itu, tim Nogogeni mengamankan posisi kedua pada kategori Urban Concept Battery Electric. Perolehan tersebut membuktikan konsistensi tim asal Surabaya ini dalam riset kendaraan listrik yang efisien secara energi.
Divisi PR Nogogeni Firmansyah Permadi menyebut dukungan berbagai pihak menjadi motivasi utama tim. Menurutnya, pencapaian di Qatar mendorong percepatan pengembangan teknologi transportasi yang lebih ramah lingkungan.
Tim Sapuangin turut memperkuat dominasi ITS dengan meraih juara kedua Urban Concept Internal Combustion Engine (ICE). Selain itu, mereka juga membawa pulang predikat juara kedua kategori Technical Innovation Award.
General Manager Sapuangin Candra Ikhsan menjelaskan bahwa hasil kompetisi ini menjadi bahan evaluasi penting. Target berikutnya adalah menyusun strategi matang untuk menghadapi kompetisi internasional Formula SAE tahun ini.
Ajang SEM 2026 di Qatar menguji efisiensi energi dan inovasi teknologi dari berbagai universitas dunia. Penilaian meliputi performa kendaraan di lintasan serta aspek teknis yang memenuhi standar ketat internasional.
Partisipasi aktif ketiga tim ini sekaligus mendukung pencapaian target pembangunan berkelanjutan global. Fokus utama pengembangan mereka terletak pada teknologi energi bersih, inovasi industri, serta pola konsumsi produksi bertanggung jawab. [ipl/beq]






