Cleethorpes (beritajatim.com) – Benjamin Sesko akhirnya mencatatkan debut starter bagi Manchester United melawan Grimsby Town. Tetapi, laga putaran kedua Piala Liga Kamis (28/8/2025) dini hari itu bukannya memorable karena positif. Melainkan sebaiknya.
United bukan sekadar kalah secara memalukan. Sesko juga nirgol. Statistik lainnya adalah hanya 2 kali menang dari 12 duel, 2 tembakan tepat sasaran dari 6 percobaan, 0 operan kunci, dan kehilangan bola 9 kali.
Sesko bukan satu-satunya yang disorot dalam kekalahan United dari Grimsby. Melainkan juga kinerja dua rekrutan baru, Matheus Cunha dan Bryan Mbeumo.
Mbeumo memang sukses mencetak gol debut bagi United pada menit ke-75. Tetapi, dia gagal menjalankan tugas sebagai eksekutor pemungkas adu penalti.
Cunha sekali tiga uang. Sama seperti Sesko, dia main penuh. Bedanya, Cunha gagal mengeksekusi penalti sama seperti Mbeumo. Sedangkan Sesko sukses.
Artinya, “Tiga Serangkai” Cunha-Mbeumo-Sesko belum memberikan kontribusi positif bagi United sejauh ini. Termasuk sekali kalah dan sekali seri di dua matchweek awal Premier League.
Fakta tersebut memperbesar keyakinan bahwa GBP195,5 juta (Rp4,27 triliun) yang dikeluarkan United untuk mereka bertiga sia-sia belaka.
“Harus ada pergantian (penambahan/pengurangan pemain atau taktik, Red). Tetapi, tentu saja tidak akan merombak 22 pemain,” papar tactician Ruben Amorim kepada The Athletic.
Nah, nasib buruk United dari “Tiga Serangkai” itu disempurnakan oleh Andre Onana. Setelah absen di dua matchweek awal Premier League, Amorim mengembalikan Onana sebagai starter.
Ternyata, inisiatifnya itu gagal total. Mantan kiper Inter Milan dan AFC Ajax itu memang sukses jadi eksekutor penalti. Tetapi, adu penalti tidak perlu dilakukan jika dia sukses mengantisipasi gol kedua Grimsby pada menit ke-30.
Berawal dari umpa silang dari sisi kanan pertahanan United, Onana bermaksud maju untuk menangkap bola. Tetapi, alih-alih tertangkap atau dimentahkan, bola malah lepas dan ditendang Tyrell Warren ke gawang Onana yang melompong.
“Ketika Anda menghadapi tim kasta keempat (dan kalah, Red) itu bukan kesalahan kiper. Melainkan semuanya (pemain dan pelatih, Red)” ujar Amorim.
Kecuali “Tiga Serangkai” yang mustahil diparkir musim ini, Onana masih sangat mungkin disingkirkan United. Apalagi, progres untuk mendapatkan kiper Royal Antwerp Senne Lammens terus membaik dan diyakini selesai sebelum deadline bursa transfer 1 September mendatang. (dio)






