Malang (beritajatim.com) – Meraih predikat cumlaude sering dianggap sebagai puncak prestasi mahasiswa. Namun, bagi tiga lulusan terbaik Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Islam Malang (Unisma), IPK tinggi hanyalah awal dari perjalanan.
Mereka membuktikan bahwa kunci sukses sejati adalah kombinasi antara keunggulan akademik, produktivitas, dan keseimbangan hidup. Bahkan ketiga lulusan FEB Unisma sudah meniti karir sebelum toga wisuda dikenakan.
FEB Unisma baru saja meluluskan 308 mahasiswa dalam yudisium periode Mei – Agustus 2025. Di antara ratusan nama, Rizqi Amalia Putri (Akuntansi), Aryasena Reyhan Wiratama (Manajemen), dan Diah Ayu Cahyani (Perbankan Syariah) dinobatkan sebagai lulusan terbaik. Ketiganya tidak hanya lulus tepat waktu dengan IPK di atas 3,8, tetapi juga memiliki portofolio yang mengesankan.
Rizqi Amalia Putri, peraih IPK 3,95 dari Prodi Akuntansi, adalah bukti nyata bahwa aktif di organisasi tidak menghalangi prestasi. Penerima beasiswa Baznas asal Jombang ini pernah menjabat sebagai Ketua Litbang Himaprodi Akuntansi selama dua periode.
“Saya sangat bersyukur, tetapi amanah ini adalah tanggung jawab besar. Saya harus terus membawa manfaat bagi diri sendiri, keluarga, dan almamater,” ujar Rizqi kepada beritajatim.com, Rabu (1/10/2025). Konsistensinya berbuah manis, kini ia telah bekerja sebagai staf administrasi ekspor-impor di Amorty Billiards Indonesia.

Menurutnya, kunci belajar adalah memahami konsep, bukan sekadar menghafal. “Saya rutin membuat bagan dan berdiskusi dengan teman. Itu sangat membantu,” tambahnya.
Dari Prodi Manajemen, Aryasena Reyhan Wiratama membuktikan bahwa hobi dan prestasi akademik bisa berjalan beriringan. Lulus dengan IPK 3,93, pria asal Malang ini dikenal sebagai sosok yang gemar mencoba hal baru. Ia tercatat pernah mengikuti program International Credit Transfer (ICT) ke Taiwan pada 2024.
“Cara belajar saya simpel, fokus di kelas lalu review materi menjelang ujian. Saya juga selalu membuat daftar prioritas agar waktu kuliah, organisasi, dan hobi otomotif tetap seimbang,” ungkap Aryasena, yang kini menekuni dunia kreatif sebagai freelance media creator. Keseimbangan itu membuatnya tetap produktif tanpa kehilangan semangat untuk mengejar minat di bidang motorsport dan sim-racing.
Sementara itu, Diah Ayu Cahyani dari Prodi Perbankan Syariah yang meraih IPK 3,89, menganggap masa kuliah sebagai titik balik dalam hidupnya. Ia aktif memanfaatkan setiap peluang, mulai dari menjadi asisten dosen, anggota himaprodi, hingga panitia konferensi internasional.
“FEB Unisma bukan hanya tempat belajar, tapi juga tempat menemukan diri saya. Setiap tugas dan kegiatan menjadi pelajaran berharga,” kata Diah, yang pernah lolos program MSIB di BTPN Syariah.
Untuk menjaga prestasinya, Diah disiplin membuat ringkasan harian dan belajar di malam hari. Namun, ia tak lupa menjaga kesehatan mentalnya. “Membaca dan mendengarkan musik adalah cara saya mengurangi stres dan menjaga semangat,” tuturnya.
Ketiga lulusan terbaik ini kompak berpesan agar mahasiswa aktif memanfaatkan setiap kesempatan yang ada. “Ikuti kegiatan kampus, bangun koneksi, dan jangan cuma bermimpi tapi kejar mimpi itu,” pesan Aryasena.
Rizqi menambahkan, “Setiap kesempatanmu adalah panggungmu untuk berproses, maka berikan yang terbaik.”
Dekan FEB Unisma, Afifudin, SE., MSA., Ak., CAP., CBV., menegaskan bahwa lulusan unggul tidak hanya diukur dari angka di transkrip, tetapi dari kemampuan mereka mengelola waktu, membangun jejaring, dan mempersiapkan diri untuk dunia profesional sejak dini.
“FEB Unisma berharap yudisium kali ini menjadi momentum untuk melahirkan lebih banyak lulusan yang unggul secara akademik, berdaya saing global, dan membawa manfaat bagi masyarakat,” kata Afif, soal prestasi mahasiswanya. (dan/ian)






