Surabaya (beritajatim.com) – Tiga kali ledakan di kios LPG di Surabaya membuat delapan orang mengalami luka bakar, Kamis (20/4/2023). Selain itu, ledakan LPG di Jalan Candi Lontar Wetan ini membuat pagar dan atap rumah hancur.
Sudarmanto, ketua RT di sekitar lokasi mengaku sempat mendengar ledakan hingga tiga kali . Saat ledakan pertama, ia melihat pagar rumah dan puing-puing bangunan terpental hingga ke jalan.
“Ledakannya satu kali besar, dua kali kecil. Kira-kira jam 4an (16.00 WIB), itukan bangunan dibuat gudang. Tapi di depannya ada pegawai yang lagi angkat-angkat (LPG),” ujar Sudarmanto saat dikonfirmasi.
Baca Juga:
Pria Jombang Sikat Motor Teman Kerja di Pabrik Surabaya
Sementara itu, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya, Dedik Irianto menyebutkan delapan korban antara lain, Samuel (40) mengalami luka bakar sekitar 80 persen, Timotius (21) mengalami luka bakar sekitar 80 persen, Sandy (26) mengalami luka bakar sekitar 80 persen, dan Keisya (24) mengalami luka bakar sekitar 30 persen. Keempat korban itu langsung dibawa ke RSUD Dr Soetomo Surabaya.
Kemudian, Yoshua (20) dan Jonathan langsung dibawa RS Mujirahayu Surabaya. Sementara dua korban lainnya mendapatkan penanganan oleh warga sekitar.
“Unit tempur pos kandangan tiba di TKK (Tempat Kejadian Kebakaran) langsung melakukan pemadaman. Api pokok padam pukul 16.47 WIB, ada 12 mobil yang kami kerahkan,” tegas Dedik.
Baca Juga:
Wawali Armuji Bereskan Keluhan THR RS Swasta di Surabaya
Dedik menyampaikan, sementara pihaknya menduga jika penyebab kebakaran karena kebocoran gas LPG. Namun, untuk memastikan, pihaknya meminta awak media menunggu hasil pemeriksaan dari pihak kepolisian.
“Untuk penyebab pastinya kita menunggu dari kepolisian ya,” pungkas Dedik. [ang/beq]






