Banyuwangi (beritajatim.com) – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbud Ristek) memberikan penghargaan kepada Banyuwangi karena konsisten dalam pelestarian bahasa daerah, yakni Bahasa Osing.
Menariknya, Banyuwangi menjadi satu-satunya di Jawa Timur yang mendapatkan penghargaan tersebut.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemkab Banyuwangi, M.Yanuarto Bramuda mewakili Bupati Ipuk Fiestiandani menerima penghargaan itu saat Festival Tunas Bahasa Ibu Nasional di Jakarta.
Bramuda menyebut pemberian penghargaan kepada Banyuwangi itu bukan tanpa alasan. Menurutnya, Mendikbud Ristek telah mendapatkan masukan berdasarkan hasil verifikasi dari badan bahasa Kemendikbud Ristek, atas usulan dari balai bahasa Provinsi Jawa Timur.
“Selain itu, Banyuwangi mendapatkan penghargaan ini karena memenuhi tiga indikator penilaian,” ungkap Bramuda usai menerima penghargaan itu.
Bramuda membeberkan penilaian itu. Pertama, adanya regulasi Peraturan Bupati Nomor 69 Tahun 2003, tentang Pemberlakuan Muatan Lokal Bahasa Osing pada Pendidikan Dasar di Banyuwangi.
Kedua, dukungan anggaran dalam pelestarian bahasa Using. Ketiga, adanya kegiatan pelajar berbahasa Using, seperti Festival Literasi Bahasa Using dan Festival Padang Ulanan.
“Selain itu, setiap hari Kamis pemkab juga mewajibkan seluruh sekolah dan instansi untuk mengenakan seragam pakaian adat Using. Inilah cara yang dilakukan pemkab untuk menumbuhkan kecintaan masyarakat pada budaya serta bahasa lokal Banyuwangi,” pungkas Bramuda. (rin/ted)






