Tulungagung (beritajatim.com) – Sebanyak lima Calon Jemaah Haji (CJH) asal Kabupaten Tulungagung dinyatakan gagal berangkat tahun ini. Para jemaah tersebut masuk kategori tidak Istitaah.
Selain itu terdapat ratusan jemaah yang masuk kategori resiko tinggi. Selain berusia lansia, mereka juga diketahui memiliki sejumlah riwayat penyakit.
Kepala Dinas Kesehatan Tulungagung, Desi Lusiana Wardani mengatakan total jemaah yang berangkat sebanyak 1.161 orang. Mereka terbagi dalam 4 kloter dan sesuai jadwal akan diberangkatkan menuju asrama haji Surabaya pada 17 dan 18 Mei mendatang.
“Selain jemaah haji reguler juga ada petugas haji daerah dan petugas kesehatan kloter yang ikut berangkat,” ujarnya, Kamis (7/5/2026).
Berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan, terdapat 5 jemaah yang gagal berangkat tahun ini. Mereka dinyatakan tidak istitaah. Para jemaah ini gagal berangkat karena mengalami demensia, sakit jantung dan tidak dapat melakukan aktivitas secara mandiri. Selain itu terdapat 365 jemaah yang masuk kategori resiko tinggi. Selama berada di tanah suci mereka akan mendapat pendampingan obat dan tenaga kesehatan.
“Yang masuk kategori resiko tinggi selain lansia juga karena memiliki riwayat penyakit seperti hipertensi, diabetes dan ragam penyakit lain,” tuturnya.
Sementara itu, Plt Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin meminta kepada para jemaah untuk selalu menjaga kesehatan menjelang keberangkatan ke tanah suci. Baharudin juga menitip doa kepada jemaah untuk kebaikan Tulungagung.
“Tadi saya juga titip doa kepada jemaah. Semoga Tulungagung selalu aman, nyaman, sejatera dan pimpinan amanah,” jelasnya. [nm/but]






