Surabaya (beritajatim.com) – Di tengah gegap gempita pertumbuhan ekonomi Asia Tenggara, Thailand makin getol menjalin kerja sama Indonesia.
Acara “Thailand Industrial Business Matching” yang diselenggarakan pada 2 Mei 2024 di Hotel Kempinski Jakarta menjadi bukti nyata ambisi Thailand untuk memperkuat hubungan perdagangan dan investasi dengan Indonesia.
Acara ini diharapkan lebih membangun aliansi strategis, memanfaatkan keunggulan industri masing-masing, dan membuka jalan bagi kemakmuran bersama bagi Thailand dan Indonesia.
Berlangsung di bawah naungan Pusat Perdagangan Thailand (TTC) Jakarta dan Departemen Promosi Perdagangan Internasional (DITP), acara ini menjadi sorotan penting dalam upaya Thailand untuk memperluas jangkauan pasarnya di sektor elektronik, konstruksi, dan peralatan rumah tangga, termasuk AC, kulkas, dan kendaraan bermotor.
“Daya tarik Thailand bagi produsen otomotif dan pemasok komponen otomotif diharapkan akan melonjak, didorong oleh jangkauan pasar yang membesar dan dukungan pemerintah yang teguh,“ Mrs. Hataichanok Sivara, Direktur Thai Trade Center, Jakarta.
Thailand: Kekuatan Industri yang Kokoh
Thailand telah menjelma menjadi raksasa industri di Asia Tenggara, dengan catatan luar biasa dalam sektor elektronik dan peralatan rumah tangga. Sektor ini berkontribusi signifikan terhadap PDB Thailand, mencapai 10,4%, dan membuka lapangan kerja bagi sekitar 800.000 orang.
Lebih spesifik lagi, industri AC Thailand sedang mengalami pertumbuhan pesat, diproyeksikan mencapai USD 1.645,21 juta pada tahun 2023 dan terus naik hingga tahun 2029. Permintaan tinggi dari sektor perumahan, komersial, dan industri mendorong laju pertumbuhan ini.
Thailand juga tak kalah gemilang dalam industri otomotif. Sebagai eksportir otomotif terkemuka di ASEAN, Thailand menghasilkan 10% dari PDB negara dan menjadi eksportir kendaraan terbesar ke-12 di dunia. Dengan visi ambisius untuk memproduksi setengah dari kendaraannya secara lokal sebagai kendaraan listrik (EV) pada tahun 2030, Thailand memantapkan posisinya sebagai pemain global yang tangguh di arena otomotif.
Tak berhenti di situ, sektor konstruksi Thailand pun menunjukkan prospek cerah. Diproyeksikan tumbuh dengan CAGR lebih dari 5% selama periode 2024-2029, sektor ini didorong oleh meningkatnya permintaan akan perumahan, restoran, pusat perbelanjaan, dan pembangunan kondominium.
Acara “Thailand Industrial Business Matching”: Peluang Emas untuk Kolaborasi
Acara “Thailand Industrial Business Matching” menjadi platform ideal bagi pengusaha Thailand dan Indonesia untuk menjalin hubungan, menjelajahi peluang bisnis, dan membuka jalan bagi kolaborasi yang saling menguntungkan. Sekitar 20 perwakilan bisnis Thailand dari sektor elektronik, konstruksi, dan peralatan rumah tangga hadir untuk berjejaring dengan rekan-rekan mereka dari Indonesia.
Dukungan kuat dari berbagai asosiasi industri Indonesia, seperti Kadin Indonesia, PIKKO Indonesia, dan GABEL Indonesia, semakin memperkuat potensi acara ini untuk menghasilkan kesepakatan bisnis yang konkret.
Menyatukan Kekuatan, Menuju Masa Depan yang Cerah
“Thailand Industrial Business Matching” bukan hanya tentang perdagangan dan investasi. Acara ini adalah tentang membangun aliansi strategis, memanfaatkan keunggulan industri masing-masing, dan membuka jalan bagi kemakmuran bersama bagi Thailand dan Indonesia.
Dengan semangat kolaborasi dan tekad untuk maju, kedua negara ini siap untuk melangkah ke masa depan yang lebih cerah, di mana industri berkembang pesat, perdagangan mekar, dan peluang baru terus bermunculan. [rea/ian]






