Jombang (beritajatim.com) – Suparno (54), warga Dusun Ganggang, Desa Kedungdowo, Kecamatan Ploso, Jombang, Jawa Timur, tersengat listrik saat bekerja memperbaiki atap rumah milik Subandi, warga Kedungjati, Kecamatan Kabuh, Selasa (26/7/2022). Rumah tersebut bertingkat dua. Nah, korban di atap lantai dua tersebut.
Tak jauh dari atap tersebut terdapat kabel listrik bertegangan tinggi. Saat melakukan perbaikan itulah Suparno tak sadar menyentuh kabeh. Dia ambruk. Kesadarannya menurun. “Korban masih selamat. Tapi kesadarannya menurun. Kita tadi dihubungi PLN untuk membantu evakuasi,” komandan regu Pos Pemadam Kebakaran (Damkar) Jombang Andri Prasetyo.
[berita-terkait number=”4″ tag=”tersengat-listrik”]
Andri menjelaskan, proses evakuasi korban dari lantai dua ke bawah sangat sulit. Itu karena banyak kabel di sekitar lokasi. Untuk itu, petugas Damkar menggunakan mobil skylift (mobil yang dilengkapi tangga elektronik) untuk mengevakusi. Apalagi jarak antara lantai dua hingga bawah sekitar 10 meter.
Petugas sangat berhati-hati. Karena ceroboh sedikit saja, akan berakibat fatal. Korban kemudian dimasukkan dalam tempat khusus yang ada di skylift itu. Perlahan-lahan diturunkan. “Evakuasi membutuhkan waktu sekitar 30 menit. Evakuasi sangat sulit karena banyak kabel listrik,” pungkasnya. [suf]






