Mojokerto (beritajatim.com) – Seorang bocah asal Perum Jetis Permai RT5 RW 18, Desa Jetis, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto ditemukan tewas tenggelam, Sabtu (10/2/2024). Tubuh korban ditemukan tersangkut bambu yang tumbang sekira 500 meter dari lokasi korban terpeleset.
Saat itu sekita pukul 15.30 WIB, AFA (11) bersama MNA (11), KVS (13) dan ML (11) tengah bermain di pinggir Kali Anyar Dusun Pancarikan, Desa Jetis, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto tepatnya di depan Balai Desa Jetis. Tiba-tiba korban ingin menjajaki kedalaman sungai menggunakan kaki.
Namun belum sampai kakinya menyentuh air, tiba-tiba tubuh korban terpeleset dan tercebur sungai yang alirannya deras usai dilanda hujan. Ketiga teman korban berusaha menolong dengan menarik tangan korban saat tersangkut di jembatan bambu sekitar lokasi.
Akan tetapi, upaya teman-temab korban ternyata sia-sia. Derasnya aliran air membuat korban tak berdaya hingga harus terseret dan tenggelam. Tubuh korban ditemukan sudah dalam keadaan meninggal dunia tersangkut bambu yang tumbang 500 meter dari lokasi korban terpeleset.
Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto, Abdul Khakim mengatakan, dari keterangan warga setempat, korban bermain di bantaran sungai dan terpeleset hingga jatuh ke dalam sungai.
“Ketiga teman-teman korban masih sempat berusaha menolong dengan mencari dan menyusuri pinggiran sungai. Termasuk mencari bantuan ke warga sekitar untuk ikut mencari dan menyusuri sungai, namun sia-sia. Sekitar pukul 16.30 WIB, korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia,” katanya.
Tubuh korban ditemukan tersangkut bambu yang tumbang kurang lebih 500 meter dari lokasi korban terpeleset. Meski sempat dibawa ke Puskesmas Jetis untuk mendapat pertolongan, akan tetapi usaha itu tak membuahkan hasil. Korban dinyatakan sudah meninggal dunia. [tin/kun]






