Batam (beritajatim.com) – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Batam mendesak Kepolisian Daerah Kepulauan Riau (Polda Kepri) segera mengusut tuntas kasus dugaan teror terhadap tiga kantor media di wilayah Kepulauan Riau (Kepri). Teror dilakukan dengan modus orderan fiktif yang mengarahkan ratusan mitra driver online ke kantor-kantor redaksi, sehingga mengganggu aktivitas jurnalistik dan menimbulkan tekanan psikologis terhadap jurnalis.
Teror terbaru terjadi di kantor redaksi Tribun Batam, Komplek MCP, Batuampar, Kota Batam. Dalam insiden ini, sekitar 100 driver online diarahkan oleh pelaku yang tidak bertanggung jawab melalui order fiktif menggunakan layanan Gosend. Modus yang digunakan adalah permintaan penjemputan dokumen dari Tribun Batam untuk diantar ke berbagai titik, antara lain Kawasan Tiban dan Lapangan Tenis BP Batam di Sekupang.
“Pemesan atas nama Mustafa, yang diorder adalah layanan Gosend. Para driver ini diminta menjemput dokumen dan mengantar dokumen tersebut ke Tiban,” jelas Pimpinan Redaksi Tribun Batam, Prawira Maulana, usai melapor ke Polda Kepri, Selasa (29/7/2025).
Insiden serupa terjadi kembali dua hari kemudian, Selasa (29/7/2025) pukul 11.00 WIB, dengan nama pemesan berbeda, yakni Munip Nastin Julianto, namun modus dan lokasi pengantaran serupa. “Untuk kali kedua pengorder atas nama Munip Nastin Julianto. Modusnya sama, menjemput dokumen dan uang pembayaran akan dilakukan oleh Tribun Batam,” ujar Prawira.
Kasus ini sudah dilaporkan ke Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Kepri. Laporan juga dilakukan oleh media Batamnews.co, yang lebih dulu menjadi korban serangan serupa pada Minggu (27/7/2025) bersama media Ulasan Network.
Kejadian pada 27 Juli dimulai pukul 08.00 WIB ketika sekitar 100 driver online mendatangi kantor Batamnews di kawasan Batam Center. Para driver mengaku menerima order fiktif untuk menjemput dokumen dari kantor tersebut. Menurut CEO Batamnews, Zuhri Muhammad, data pemesan tidak terlihat di aplikasi, sementara penerima dapat dihubungi namun tidak merasa pernah memesan layanan.
Selang satu jam kemudian, pukul 09.00 WIB, kantor Ulasan Network di Tanjungpinang juga didatangi belasan pengemudi ojek online. Mereka mendapat order fiktif berupa pengambilan koran untuk diantar ke Gedung Daerah, padahal Ulasan Network adalah media online dan tidak menerbitkan koran cetak. Kepala Divisi Pemberitaan Ulasan Network, Muhammad Rakhmat, menyebut kejadian ini sebagai aksi yang sangat terencana dan sistematis.
Ketua AJI Kota Batam, Yogi Eka Sahputra, menegaskan bahwa kejadian ini tidak bisa dianggap iseng semata. AJI menilai tindakan tersebut sebagai bentuk teror terhadap kemerdekaan pers. “Media kewalahan menghadapi pengemudi ojek online yang terus berdatangan. Bahkan, kejadian di kantor Tribun terjadi pada pukul 11 malam, yang tentunya sangat mengganggu aktivitas dan keamanan jurnalis di sana,” ujarnya.
Menurut AJI, kejadian ini menunjukkan pola serangan sistematis yang berpotensi membungkam kerja-kerja jurnalistik. Dalam kasus sebelumnya, seorang jurnalis juga pernah menjadi korban order fiktif GoFood senilai Rp4 juta saat sedang menulis berita kritis.
Selain mengusut tuntas pelaku, AJI Batam juga menyampaikan pernyataan sikap:
- Mengecam keras tindakan teror terhadap media di Provinsi Kepri, karena merupakan upaya pembungkaman pers.
- Mendesak Polda Kepri segera menuntaskan kasus teror dan intimidasi terhadap tiga media agar tidak menjadi preseden buruk bagi kebebasan pers.
- Mengimbau semua pihak yang keberatan terhadap pemberitaan agar menempuh jalur hukum yang diatur dalam Undang-Undang Pers, seperti hak jawab atau mediasi melalui Dewan Pers.
- Mendorong jurnalis dan media untuk tetap profesional, menjaga etika jurnalistik, serta memperkuat keamanan digital.
Rentetan Teror Order Fiktif terhadap Media di Kepri:
- Batamnews, Minggu (27/7/2025) pukul 08.00 WIB, sekitar 50 driver datang untuk mengambil dokumen dari pengorder bernama Mustafa Gea.
- Ulasan Network, Minggu (27/7/2025) pukul 09.00 WIB, sekitar 20 driver menerima order pengiriman koran dari pengorder Musdalifa.
- Tribun Batam, Minggu (27/7/2025) pukul 23.00 WIB, sekitar 20 driver datang atas nama pengorder Mustafa Gea.
- Tribun Batam, Selasa (29/7/2025) pukul 11.00 WIB, sekitar 80 driver datang untuk mengambil dokumen dari pengorder Munip Nastin Julianto.
[beq]






