Malang (beritajatim.com) – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Islam Malang (Unisma) kembali membuat gebrakan dengan menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dan Memorandum of Agreement (MoA) dengan Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) Wilayah Jawa Timur. Kolaborasi ini diproyeksikan sebagai motor penggerak perubahan bidang akuntansi.
Kolaborasi kedua pihak akan berfokus pada keberlanjutan dan tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility atau CSR). Kuliah tamu yang digelar beberapa waktu lalu itu sebagai bagian dari implementasi kerja sama.
Kuliah tamu FEB Unisma menghadirkan Prof. Basuki, Ketua IAI Wilayah Jawa Timur, sebagai pembicara utama. Ia membahas tentang ‘Peran Akuntan dalam Mendorong Keberlanjutan dan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan di Era Digital Menuju Pencapaian SDGs,’.
Prof. Basuki menantang mahasiswa untuk berpikir lebih luas dan mendalam. Menurutnya, akuntan bukan sekadar pencatat angka. Mereka adalah pilar utama keberlanjutan bisnis di era digital ini.
“Bagi saya era digital membutuhkan akuntan yang tidak hanya cerdas secara teknis, tetapi juga memiliki kesadaran sosial dan lingkungan,” jelas Prof Basuki.
Dalam sambutannya, Dekan FEB Unisma menyatakan optimisme atas kerja sama ini. Memurutnya hal ini bukan sekadar formalitas, melainkan pernyataan sikap bahwa FEB Unisma siap menjadi pelopor pendidikan akuntansi yang mendukung keberlanjutan global.

“Saya mengapresiasi kontribusi IAI Jawa Timur dalam berbagai kegiatan seperti Brevet Pajak, pembekalan Relawan Pajak, dan kuliah tamu yang terus memberikan nilai tambah bagi mahasiswa,” ujar Diana.
Acara ini bukan hanya soal MoU atau MoA. Ini adalah tonggak sejarah bagi dunia pendidikan akuntansi di Indonesia.
Dengan kerja sama strategis ini, FEB Unisma dan IAI Jawa Timur menegaskan komitmen mereka untuk menjawab tantangan zaman. Dunia pendidikan dan sektor profesional kini dituntut lebih dari sekadar kompete, mereka harus mampu memberikan dampak nyata bagi lingkungan dan masyarakat.
Kolaborasi ini menjadi angin segar bagi mahasiswa FEB Unisma. Sekaligus juga pesan tegas kepada dunia: masa depan akuntansi ada di tangan mereka yang berani melangkah lebih jauh.
Dengan sinergi FEB Unisma dan IAI Wilayah Jawa Timur, Indonesia siap mencetak akuntan-akuntan berintegritas tinggi, siap membawa perubahan, dan berkomitmen pada pencapaian SDGs. (dan/but)






