Jombang (beritajatim.com) – Sebanyak 25 remaja di Jombang diamankan dan dipaksa mendorong motor dengan jalan kaki menuju Polsek Mojoagung, Jombang, Jawa timur, Minggu (10/4/2022) pagi. Para remaja itu tertangkap saat polisi melakukan operasi di Jl Raya Bypass Mojoagung sebagai antisipasi balap liar.
Jalan Raya Bypass selama puasa Ramadan menjadi tempat bergerombol anak muda. Utamanya, menjelang Magrib dan setelah sahur. Mereka memarkir sepeda motornya sepanjang jalan. Ternyata mereka bukan hanya nonkrong, tapi menggelar balap liar di lokasi tersebut. Jalut bypass yang lurus serta sepi kendaraan menjadi pilihan bagi mereka.
[berita-terkait number=”5″ tag=”balap-liar”]
Nah, untuk mengantisipasi terjadinya aksi yang menggangu ketertiban umum tersebut, Polsek Mojoagung tidak tinggal diam. Operasi kerap dilakukan, termasuk pada Minggu (10/4/2022) pagi. Korps berseragam coklat mendatangi lokasi. Tentu saja, puluhan remaja yang sedang nongkrong lari tunggang langgang.
Tidak sedikit dari mereka yang meninggalkan motornya, lalu kabur ke area persawahan. Sedangkan remaja lainnya ada yang memilih pasrah ketika diamankan. Motor milik peserta dan penonton balap liar yang ditinggal tersebut dibawa polisi ke kantor Polsek Mojoagung.
Sedangkan mereka yang tertangkap disurung jalan kaki sembari mendorong sepeda motornya ke Polsek Mojoagung yang berjarak sekitar 3 kilometer. “Pagi ini yang kita amaankan sebanyak 25 unit kendaraan. Pemilik kita kenai sanksi tilang. Kendaraan bisa diambil setelah lebaran,” kata Kapolsek Mojoagung Kompol Purwo Atmojo.

Purwo menjelaskan, balap liar tersebut sangat merugikan masyarakat. Karena selain membahayakan diri sendiri, juga membahayakan penggunakan jalan lainnya. Makanya, operasi rutin sebagai antisipasi balap liar itu rutin dilakukan oleh Polsek Mojoagung.
“Kita juga mengimbau agar orangtua sneantiasa mengawasi anak-anaknya. Jangan dibiarkan melakukan balap liar. Karena hal itu sangat berbahaya. Merugikan kepentingan masyarakat umum. Tindakan anak-anak yang melakukan balap liar ini sangat berbahaya,” pungkas Purwo. [suf]






