Mojokerto (beritajatim.com) – Dua video diduga pasangan suami-isteri (pasutri) viral media sosial (medsos) Facebook (FB) group Info Lantas Mojokerto (ILM). Dalam video berdurasi 54 detik dan 22 detik tersebut, kedua pelaku berhasil membawa kabur dua Handphone (HP) milik pemilik dan karyawan toko sandal.
Dalam rekaman CCTV, aksi pencurian tersebut terjadi pada, Kamis (16/3/2023) sekira pukul 14.23 WIB. Kedua pelaku masuk ke dalam toko, pelaku perempuan masuk terlebih dahulu dan disusul pelaku laki-laki yang mengenakan topi, hem warna putih dan celana panjang.
Modusnya, pelaku perempuan yang mengenakan kaos putih biru hendak membeli pakaian. Sementara pelaku laki-laki bertugas mengambil dua HP yang ada di meja kasir Toko Galery Sandal yang terletak di Jalan Niaga, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto tersebut.
BACA JUGA: Hujan Angin Mojokerto, Pohon Trembesi Tumbang Tutup Jalan
Kedua pelaku masker wajah. Setelah pelaku perempuan masuk menghampiri penjaga toko diduga untuk mengalihkan perhatian, pelaku laki-laki terlihat mengambil sesuatu dari meja kasir bagian atas dan bawah. Tanpa disadari dua karyawan yang berjaga di lorong aksesoris dan sandal.
“Bapak-ibu itu modusnya pura-pura belanja baju, terus nyuruh-nyuruh yang nggak ada dipajangan. Mbaknya (penjaga toko lainnya) nyari, orangnya (Laki-laki) ngambil HP nya. Yang perempuan nyoba-nyoba baju,” ucap salah satu karyawan Toko Gallery Sandal, Ulfa, Jumat (17/3/2023).
Masih kata warga Desa Japanan, Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto ini, karyawan toko sempat tak menyadari jika HP pemilik toko Novi Wardana dan HP milik karyawan bernama Ilmi Nurfadilah (20) asal Kecamatan Curahmalang, Kabupaten Jombang raib.
BACA JUGA: Kasus Suap Hibah DPRD Jatim, KPK Periksa Koordinator Pokmas
“Orangnya keluar, langsung tahu pas mbaknya (korban) ngecek HP di bawah meja nggak ada. Terus dicek di CCTV benar pasangan suami istri itu yang ambil. Dari rekaman CCTV, pelaku keluar dari toko dan pergi ke arah Jalan Majapahit menggunakan kendaraan roda dua merk Honda Revo,” katanya.
Ia lalu mengunggah rekaman CCTV tersebut ke medsos agar pelaku ketangkap. Tak lama usai diunggah, ada pemilik counter HP yang menghubungi jika ada dua paruh baya bermaksud menjual HP. Namun saat ditanya identitas, keduanya langsung pergi tergesa-gesa.
“Habis upload ada yang WA orang di Niaga itu, ngasih info kalau ada bapak sama ibu mau jual HP tapi diminta KTP nggak bisa nunjukin gitu. Langsung pergi tergesa-gesa karena tidak ada yang itikad baik pelaku mengembalikan, ya terpaksa lapor polisi. HP nerk Oppo A11 dan A78,” tegasnya. [tin/ted]






