Bojonegoro (beritajatim.com) – Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bojonegoro Robby Adi Perwira mengungkapkan, hari terakhir pendaftaran bakal pasangan calon (Bapaslon) bupati-wakil bupati di Pilkada Bojonegoro 2024 belum ada lagi yang meminta akses silonkada untuk mendaftar.
“Belum ada (yang meminta akses silonkada),” ujar Ketua KPU Bojonegoro Robby Adi Perwira saat dikonfirmasi jurnalis beritajatim.com, Kamis (29/8/2024).
Menurut Robby, sejauh ini hanya ada satu liaison officer (LO) dari bapaslon bupati-wakil bupati yang meminta akses silonkada. Yakni, pasangan Setyo Wahono-Nurul Azizah. Mereka sudah menyerahkan berkas pada pendaftaran hari kedua. Namun, masih perlu ada perbaikan sehingga dikembalikan lagi. “Berkas syarat pendaftaran setelah dilakukan pencermatan kami kembalikan karena masih perlu ada perbaikan,” jelasnya.
Setyo Wahono-Nurul Azizah diusung Koalisi Bojonegoro Maju (KBM) yang terdiri dari 14 partai politik. Ke 14 partai politik itu yakni Partai Gerindra, Golkar, Demokrat, PAN, PPP, PKS, Hanura, PBB, NasDem, PSI, Gelora, Partai Buruh, PKB, dan Partai Ummat.
Sehingga dengan begitu, masih ada satu partai politik yang masih memenuhi syarat untuk mengusung calon sendiri dalam Pilkada Bojonegoro 2024. Satu parpol yang kini belum bersikap dalam kontestasi politik lima tahunan dan memenuhi syarat adalah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).
Sesuai putusan MK nomor 60 tahun 2024, yakni untuk jumlah perolehan suara sah parpol yang berada di wilayah dengan jumlah DPT di atas satu juta, ambang batas minimal harus 6,5 persen dari suara sah. Sementara DPC PDIP Bojonegoro mendapat suara 81.849 atau 9,79 persen dalam Pileg 2024. [lus/kun]






