Blitar (beritajatim.com) – Hari ini, Kamis, 12 Januari 2023, tepat satu bulan setelah terjadinya peristiwa perampokan dan penyekapan di Rumah Dinas Wali Kota Blitar Santoso. Namun hingga saat ini, polisi belum juga mengungkap pelaku perampokan tersebut, yang diperkirakan berjumlah lima orang.
Kasus perampokan dan penyekapan Santoso beserta sang istri sebenarnya telah ditangani Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) sejak 18 Desember 2022 lalu. Tetapi, kasus perampokan yang menimpa orang nomor satu di Kota Blitar tersebut hingga kini masih misterius.
Sejumlah barang bukti sudah dikantongi Kepolisian Resor (Polres) Blitar Kota maupun Polda Jatim. Mulai dari sampel sidik jari hingga rekaman CCTV yang memperlihatkan ciri-ciri pelaku perampokan Rumdin Wali Kota Blitar.
Kasus ini sebetulnya juga telah naik ke tahap penyidikan. Polisi menyebutkan naiknya kasus perampokan ini karena semua unsur dan barang bukti kejahatan telah terpenuhi.

Hal itupun mematahkan anggapan masyarakat tentang adanya rekayasa dalam kasus perampokan Rumdin Wali Kota Blitar.
Kapolres Blitar Kota AKBP Argo Wiyono menyebutkan, tim dari Polda Jatim tengah bergerak melakukan pengejaran terhadap para pelaku perampokan dan penyekapan terhadap Wali Kota Blitar Santoso dan sang istri Fetty Wulandari. Menurutnya proses penyidikan berjalan ke arah yang positif meski terkesan lambat.
[berita-terkait number=”1″ tag=”kasus-perampokan-rumdin-wali-kota-blitar”]
Menurutnya, Tim Polda Jatim terus mendalami kasus tersebut menggunakan pendekatan scientific dan berdasar pada keterangan sejumlah saksi. Sejauh ini, sudah ada 40 orang yang diperiksa sebagai saksi dalam kasus perampokan Rumdin Wali Kota Blitar Santoso.
Puluhan saksi tersebut meliputi Santoso sendiri beserta istri dan anak, serta beberapa orang terdekat dari Wali Kota Blitar.
“Mohon doanya, semua petunjuk yang ada sedang kami periksa dan dalami satu persatu secara scientific maupun dari keterangan sejumlah saksi yang telah diperiksa,” kata Kapolres Blitar Kota AKBP Argo Wiyono, Senin (2/1/2023) lalu.
Argo berharap kasus perampokan Rumdin Wali Kota Blitar Santoso bisa terungkap di awal 2023 ini. Dia meminta semua pihak untuk bersabar menunggu kinerja dari Polda Jatim dalam pengungkapan kasus perampokan orang nomor 1 di Kota Blitar itu.

Kapolres Blitar Kota itu pun meminta agar masyarakat tidak menyebarkan identitas para pelaku perampokan Rumdin Wali Kota Blitar yang sudah terekam CCTV. Hal itu dilakukan agar gerak para perampok tidak terbatasi sehingga memudahkan pelacakan dan pengungkapan kasus bisa cepat berjalan.
“Masih terus berjalan proses lidik dan sidik mudah-mudahan ini jadi pencerahan di awal tahun 2023 ini,” imbuhnya.
[berita-terkait number=”1″ tag=”Blitar”]
Ciri-ciri pelaku perampokan Rumdin Wali Kota Blitar Santoso sendiri telah dikantongi oleh Polres Blitar Kota dan Polda Jatim. Para pelaku terindikasi berjumlah 5 orang dan saat beraksi menggunakan atribut kedinasan.
Mulai dari penggunaan mobil ber plat merah palsu hingga mengenakan topi Korpri. Semua dilakukan para pelaku perampokan sebagai upaya manipulasi untuk melancarkan aksi kejahatannya.
Seluruh masyarakat termasuk Wali Kota Blitar pun menunggu hasil dari kerja polisi untuk mengungkap kasus perampokan yang menimpanya. Santoso meminta agar pihak kepolisian bisa segera mengungkap siapa pelaku perampokan dan penyekapan terhadap dirinya dan sang istri Fetty Wulandari.
“Ya tentunya kami berharap kasus ini segera diungkap oleh Polisi, tapi yang jelas kami serahkan sepenuhnya kasus ini ke pihak Polda Jatim dan Polres Blitar Kota,” kata Santoso Wali Kota Blitar, pada Selasa (20/12/2022) lalu.
Santoso sendiri menyerahkan secara penuh penyelidikan kasusnya kepada Polres Blitar Kota dan Polda Jawa Timur. Wali Kota Blitar itu mengaku yakin bahwa polisi bekerja secara maksimal untuk mengungkap kasus perampokan dan penyekapan yang menimpa dirinya. [owi/beq]






